Orangtua Tetap Harus Terus Pantau Kinerja Babby Sitter pada Sang Buah Hati

Pengasuh anak bernama Mutiah (23) asal Lampung menganiaya anak majikannya yang berumur belum genap dua tahun dengan membantingnya.

Orangtua Tetap Harus Terus Pantau Kinerja Babby Sitter pada Sang Buah Hati
ist/ facebook
Mutiyah, babysitter yang menganiaya bayi di Jakarta Barat sudah diringkus. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Belum lama ini masyarakat dikejutkan perilaku seorang baby sitter di Jakarta yang menganiaya anak majikannya.

Pengasuh anak bernama Mutiah (23) asal Lampung menganiaya anak majikannya yang berumur belum genap dua tahun dengan membantingnya.

Terkait kasus itu, penyalur tenaga kerja angkat bicara dan mengimbau agar masyarakat terutama yang menggunakan jasa baby sitter dapat lebih aktif memantau perkembangan buah hatinya.

Tutik Suprapti, pengelola penyalur tenaga pekerja Srikandi Mandiri, mengatakan bahwa sebenarnya ada tahapan seseorang menjadi baby sitter.

Ia haruslah mendapat pelatihan untuk mendapat sertifikat, dan yang sudah dewasa dengan umur minimal 18 tahun.

"Bagi yang tidak memiliki sertifikat, paling tidak mereka berpengalaman sebagai pembantu rumah tangga. Dengan itu mendidik menjadi baby sitter lebih mudah karena teori mengasuh anak yang baik rata-rata sudah dipraktekannya," terang Tutik, Rabu (8/6/2016).

Di lapangan, apabila baby sitter merasa tidak kerasan atau ada masalah, Tutik mengimbau agar yang bersangkutan lebih baik segera melapor ke jasa penyalur secepatnya agar dapat dilakukan penggantian.

Bagi baby sitter yang tetap bekerja di rumah majikannya walaupun sudah tidak kerasan, bisa saja melakukan kekerasan terhadap anak yang diasuh.

Peran aktif penyedia jasa sangat diperlukan. Upaya tersebut bisa dengan cara menghubungi majikan atau pekerjanya sendiri untuk deteksi masalah secara dini. "Jika aman, tidak ada kendala berarti sudah sukses. Tapi jika ada ketidak cocokkan harus langsung diganti sambil menyampaikan masalah yang ada sebagai umpan balik, baik ke pekerja mau pun ke majikan," tambahnya.

Namun demikian, kebijaksanaan orang tua anak juga penting. Tutik menekankan baby sitter tidak boleh diberi tambahan pekerjaan rumah tangga.

Ia menilai dengan ada tambahan kerja, anak bisa kurang terlayani dan memicu kelalahan psikologi dan menimbulkan tindakan kekerasan. (*)

Penulis: nto
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved