Bupati Bantul Segera Selesaikan Kasus Limbah Madukismo Secepatnya

Dia menargetkan, secepatnya persoalan klasik ini akan selesai dan masyarakat juga tidak menjadi resah.

Bupati Bantul Segera Selesaikan Kasus Limbah Madukismo Secepatnya
TRibun Jogja/Agung Ismiyanto
TOLAK LIMBAH MADUKISMO: Warga di sekitar bantaran sungai Bedog menggelar aksi atas imbas dari limbah pabrik gula dan spiritus (PG PS) Madukismo, Minggu (5/6). Mereka mendesak pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat untuk segera menangani dan menyelesaikan persoalan pencemaran lingkungan ini. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul, Suharsono, menegaskan akan segera mengambil langkah penyelesaian untuk mengatasi limbah vinasse yang mengalir ke Sungai Bedog dari Pabrik Gula dan Spiritus (PGPS) Madukismo.

Dia menargetkan, secepatnya persoalan klasik ini akan selesai dan masyarakat juga tidak menjadi resah.

“Kami akan melakukan pengecekan terlebih dahulu mengenai dampak limbah ini. Kami terjunkan tim dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk mengecek ke lapangan. Ada analisa terlebih dahulu, jika memang mengganggu akan segera kami ambil tindakan,” papar Suharsono, Rabu (8/6/2016).

Suharsono mengatakan, persoalan klasik ini akan menjadi salah satu perhatian utamanya. Pihaknya akan memanggil, masyarakat, pabrik, maupun instansi terkait untuk bisa duduk bersama memusyawarahkan hal ini.

Dalam hal ini, Suharsono juga menegaskan, pihaknya hingga kini masih menjalankan apa yang sudah ada terkait dengan pembuangan limbah Madukismo di sungai Bedog.

Dia juga menegaskan, jika dirinya yang baru menjabat sebagai Bupati Bantul belum sama sekali merubah ataupun merestui pembuangan limbah cair ini.

“Yang pasti, kami benar-benar melakukan pengecekan dan uji limbah ini bagaimana dampaknya. Jika merugikan akan kami ambil langkah strategis,” jelas Suharsono.

Limbah cair dari sisa pengolahan pabrik gula dan spiritus (PGPS) Madukismo membuat warga di bantaran sungai Bedog khawatir akan pencemaran air ke sumur-sumur resapan milik warga.

Mereka takut jika air limbah itu akan menurunkan kualitas air untuk mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari mereka. (*)

Penulis: ais
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved