Polres Klaten Tindak Tegas Aksi Sweeping

Jajaran Polres Klaten mengeluarkan larangan keras adanya aksi sweeping yang dilakukan oleh organisasi atau kelompok masyarakat

Penulis: ang | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Jajaran Polres Klaten mengeluarkan larangan keras adanya aksi sweeping yang dilakukan oleh organisasi atau kelompok masyarakat manapun saat Ramadan.

Pasalnya aksi sweeping dinilai cenderung berujung anarkis.

Kapolres Klaten, AKBP Faizal mengatakan pihaknya tidak akan menoleransi aksi sweeping yang dilakukan sepihak oleh kelompok tertentu.

Hal ini lantaran aksi tersebut seringkali justru menimbulkan gesekan antar kelompok yang melakukan sweeping dan yang menjadi sasaran.

“Dengan dalih apapun, lokasinya dimanapun, kami tetap melarang. Karena aksi sweeping yang dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas dan justru menimbulkan keresahan masyarakat,” paparnya usai kegiatan pemusnahan miras di Mapolres Klaten, Minggu (5/6/2016).

Menurutnya aksi sweeping yang dilakukan sepihak, dinilai sebagai tindakan main hakim sendiri yang tidak dibenarkan oleh hukum.

Adapun tempat-tempat yang sering menjadi sasaran sweeping di antara tempat hiburan malam.

“Berbeda dengan sweeping yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Apa yang kami lakukan berdasarkan aturan yang jelas dengan prosedur yang juga sudah diatur. Sehingga mekanismenya terkontrol dan memang untuk menegakkan hukum,” ungkapnya.

Faizal mengatakan pihaknya tidak akan segan-segan membubarkan aksi sweeping apabila mengetahuinya. Bahkan apabila aksi sweeping tersebut diwarnai dengan aksi anarkisme, pihaknya tidak segan untuk memproses hukum kelompok bersangkutan.

“Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa pimpinan ormas dan meminta agar kelompoknya menahan diri untuk tidak melakukan sweeping. Jika memang ada tempat tertentu dinilai mengganggu kondusifitas saat Ramadan, segera laporkan kepada kami agar segera dapat kami tindak lanjuti,” katanya.

Ia menambahkan Polres Klaten bersama dengan TNI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten berkomitmen menjaga kondusfitas selama bulan Ramadan.

Kegiatan operasi penyakit masyarakat (pekat) akan terus dilaksanakan untuk menjamin keamanan dan kondusifitas masyarakat.

“Kami tidak sendiri, namun juga bersama jajaran Muspika lainnya, bersama-sama akan mengerahkan segala upaya agar pelaksanaan ibadah puasa berjalan kondusif,” ujarnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved