PSS Sleman
PSS Enggan Pasang Strategi 'Parkir Bus' saat Ladeni Madiun Putra Akhir Pekan Ini
Seluruh kelemahan tim berjuluk Super Elang Jawa ini sedang diperbaiki demi tetap bisa tampil maksimal.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSS Sleman terus kebut persiapan jelang pertandingan tandang terdekat mereka kontra Madiun Putra pada 4 Juni mendatang.
Seluruh kelemahan tim berjuluk Super Elang Jawa ini sedang diperbaiki demi tetap bisa tampil maksimal.
Bermain bertahan penuh atau sering disebut "parkir bus" tidak masuk skenario PSS.
Pelatih PSS, Seto Nurdiyantara memilih tetap menampilkan karakter permainan asli timnya. Meskipun lawan kali ini diprediksi akan lebih ngotot menyerang dibanding lawan-lawan sebelumnya.
"Kami paham potensi Madiun Putra dan kemungkinan mereka tampil full menyerang, tapi kami akan tetap mempertahankan gaya permainan kami," kata Seto, Selasa (31/5/2016).
Bertahan penuh alias parkir bus, tidak masuk dalam skenario yang disiapkan Seto. Karena strategi seperti akan semakin membuat tim kesulitan untuk keluar dari tekanan.
Peluang tim untuk mencetak gol juga akan lebih sulit karena gelandang ikut bertahan. Satu-satunya cara, adalah melalui counter attack atau serangan balik cepat.
Namun belajar dari laga away kedua saat melawan Persinga Ngawi, Seto akan memberi instruksi khusus kepada para pemain belakang seperti wingback, center back maupun kiper.
"Kita ingin koordinasi setiap lini terutama lini belakang tim tetap terjaga, karena ini yang menjadi titik lemah kita saat melawan Persinga lalu," kata Seto. (*)