Smartfren Siapkan Jaringan Hadapi Traffic Ramadan dan Lebaran
Selain melakukan uji kesiapan jaringan di jalur mudik, Smartfren juga menyiapkan sejumlah produk baru yang disesuaikan dengan layanan 4G.
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menghadapi lonjakan penggunaan jaringan komunikasnya, PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren) terus mempersiapkan diri.
Selain melakukan uji kesiapan jaringan di jalur mudik, Smartfren juga menyiapkan sejumlah produk baru yang disesuaikan dengan layanan 4G yang sedang gencar dikampanyekan.
Pengujian jaringan oleh Smartfren dilakukan selama dua hari pada 25-26 Mei 2016. Pada etape pertama rombongan pimpinan Smrtfren bersama media naik KA dari Stasiun Gambir Jakarta hingga ke Stasiun Tugu Yogya.
Pada etape kedua, pengujian jaringan dilakukan di jalur wisata Yogyakarta-Kalisuci di Gunungkidul.
VP Technology Relation & Special Project PT Smartfren Telecom, Munir mengatakan, hasil pengujian etape pertama menunjukkan, persentase wilayah yang mendapat sinyal kategori good sebanyak 21,7 persen; fair 69,6 persen dan weak 8,7 persen.
"Masih adanya area yang weak ini kami amati terjadi di sekitar Purwokerto. Hal ini disebabkan karena jarak antar BTS yang cukup jauh. Untuk itu kami upayakan untuk mengisi jarak keduanya. Semoga dalam dua minggu sebelu Lebaran sudah bisa on, utamanya di jalur Songgom-Bumiayu," katanya kepada awak media di Jogja Village, Kamis (26/5/2016) petang.
Sementara pada etape kedua, lanjutnya, status good sebanyak 43,97 persen; fair 55,79 persen; dan weak 0,3 persen. Kondisi weak ini terjadi di jalur di kawasan jalan tanjakan yakni Patuk.
"Untuk tes ini kami fokus ke rural area, bukan pusat bisnis. Karena itu kami menuju ke kota Wonosari dilanjutkan ke kawasan wisata Kalisuci. Menjelang Lebaran ini kami ingin memberikan suprise kepada pelanggan bahwa hampir semua kota di Jawa telah terlayani. Selain itu, layanan 4G LTE Smartfren telah hadir di 188 kota," paparnya.
Menghadapi lonjakan arus data dan komunikasi baik voice maupun SMS, lanjut Munir, pihaknya melakukan empat langkah yakni kecukupan kapasitas, minimasi masalah, pengaturan beban, dan optimasi cakupan.
Menurutnya, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, titik kemacetan akan terjadi di banyak titik kepadatan atau bottle neck misalnya pelabuhan Merak.
"Untuk itu selama mudik Lebaran kami tambahkan lebih dari 140 unit BTS tambahan baik fix maupun temporary. Untuk sekitar Yogya, kami prediksikan kemacetan di barat terjadi di petak Yogya-Gombong," katanya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/smartfren_20160528_080642.jpg)