PMI Giatkan Jemput Bola Selama Puasa
Langkah jemput bola sebenarnya sudah mulai dilangsungkan sejak beberapa saat lalu. Namun, menjelang bulan suci Ramadhan, intensitasnya akan ditingkan.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Unit Tranfusi Darah PMI Kota Magelang kembali bersiap melakukan jemput bola kepada pendonor dan menerapkan Sistem Informasi Manajeman Unit Donor (Simuda), guna mengantisipasi kurangnya stok darah menjelang bulan suci Ramadhan.
Dituturkan oleh Lilik Rustiana, selaku Kabag Pelayanan dan Produksi Unit Tranfusi Darah Kota Magelang, bahwa langkah jemput bola sebenarnya sudah mulai dilangsungkan sejak beberapa saat lalu.
Namun, menjelang bulan suci Ramadhan, intensitasnya akan ditingkatkan.
"Tadinya berlangsung tiga kali dalam satu minggu, tapi saat masuk puasa upaya jemput bola akan kami lakukan setiap hari. Sedangkan titik yang kami kunjungi masih sama, yaitu instansi-instansi pemerintahan, sekolah, pemukiman masyarakat, serta rumah-rumah ibadah," tandas Lilik pada Jumat (27/5/2016).
Dikatakan olehnya, berdasar pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah pendonor saat memasuki bulan suci Ramadhan mengalami penurunan drastis, hingga mencapai 90%, sementara angka permintaan darah tetap stabil.
Untuk itu, antisipasi dirasa perlu agar tidak terjadi kekurangan stok.
"Tidak bisa dipungkiri, masyarakat Kota Magelang kan mayoritas beragama Islam, karena itu kami giatkan jemput bola ke sejumlah gereja setiap hari Minggu. Dari situ kami bisa memenuhi 25% kebutuhan darah di Kota Magelang," jelasnya.
Karenanya, Simuda pun akan terus digiatkan. Sistem berbasis online terebut akan memberitahu serta mengingatkan para pendonor aktif terkait jadwal pengambilan darah.
Dirinya menjelaskan, bahwa data para pendonor baru ataupun lama telah diinput ke dalam Simuda.
"Selama bulan Ramadhan, para pendonor juga kami layani dari buka puasa sampai pukul 11.00 malam. Antusiasme masyarakat juga sangat bagus, untuk membantu PMI mengatasi kendala ini," ujar Lilik.
Seperti yang ditandaskan Lilik, puncak menipisnya stok darah adalah ketika memasuki pertengahan bulan suci Ramdhan, dimana cadangan darah yang telah disiapkan dari sebelum puasa mulai tergerus, hingga satu minggu setelah hari raya Idul Fitri.
Kebutuhan darah di Kota Magelang sendiri mencapai 40-50 kantong setiap harinya, atau sekitar 1200 kantong dalam satu bulan.
Jumlah tersebut didistribusikan kepada 30 rumah sakit, baik negeri ataupun swasta di Kota Magelang, hingga ke beberapa daerah di wilayah Kedu.
"Dibandingkan daerah lain, stok darah kami bisa dibilang paling surplus, karena sudah menggunakan Simuda dan terdapat Kesatuan Akademi Militer (Akmil) yang selalu rutin mendonorkan darahnya, sehingga kami menjadi tumpuan daerah lain seperti Temanggung atau Purworejo," pungkas Lilik. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/donor-darah-tni_20160528_132605.jpg)