Breaking News:

Bosch Security System Andalkan Conference System dan CCTV

Produsen asal Jerman ini optimis tingginya kebutuhan akan alat pengamanan menjadi kunci pertumbuhan.

TRIBUN JOGJA/Rento Ari Nugroho
Country Sales General Manager PT Robert Bosch, King Hartono Hamidjaja (kanan) sedang memberikan materi kepada peserta Specifier Lunch Meeting di Parsley Jalan Kaliurang, Kamis (19/5/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Meski telah menjadi pemimpin pasar, namun PT Robert Bosch di divisi Security System terus berinovasi meluncurkan produk baru.

Menghadapi pasar di 2016 dimana kondisi ekonomi juga belum pasti, produsen asal Jerman ini optimis tingginya kebutuhan akan alat pengamanan menjadi kunci pertumbuhan.

Country Sales General Manager PT Robert Bosch, King Hartono Hamidjaja mengatakan, di tengah kondisi perekonomian yang belum menentu, pihaknya tetap bertahan dan melanjutkan tren pertumbuhan. Tingginya kebutuhan alat pengamanan dan juga perangkat konferensi atau rapat menjadi faktor pendorongnya.

"Pada 2015 pengaruh perlambatan ekonomi memang cukup terasa. Namun dengan keunikan produk kami, penjualan cukup baik. Misalnya saja conference system yang banyak dipakai kalangan pemerintah hingga DPR dan DPRD. Sementara di sisi infrastruktur kebutuhan akan CCTV juga tetap ada," kata King di sela Specifier Lunch Meeting di Parsley Jalan Kaliurang, Kamis (19/5/2016).

King mencontohkan, tren penggunaan CCTV terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan keamanan. Selain itu, peristiwa terorisme juga mendorong penggunaan perangkat ini.

Namun dalam pasar CCTV ini menurut King, harga produk masih cukup sensitif, terutama ketika berhadapan dengan produksi Tiongkok yang lebih murah. Dalam hal ini pihaknya pun mengandalkan layanan purnajual untuk menarik konsumen.

"Namun dari sisi kontribusi, penjualan kami 40 persen masih ditopang conference system dengan pangsa pasar 70 persen, 30 persen CCTV dan sisanya produk lain. Namun, ke depanya kami juga akan bermain di segmen sistem keamanan yang teirntegrasi. Kami telah memiliki perangkat lunak yang bisa memadukan perangkat pengamanan hingga ke alarm kebakaran," ungkapnya.

Sistem terintegrasi tersebut menurut King mulai ditawarkan ke pengelola hotel yang banyak bermunculan di Yogyakarta. Sistem ini menawarkan kelebihan kemudahan penanganan masalah.

"Pada umumnya kan hotel memakai CCTV, audio system, hingga alarm kebakaran dari merek berbeda. Kalau ada masalah, mereka kesulitan menangani. Nah, di sini kami turun menawarkan layanan terintegrasi yang tidak hanya memudahkan pengoperasian namun juga layanan purnajual," katanya.

Segmen hotel ini diungkapkan King juga menjadi target market yang potensial di Yogyakarta. Tahun lalu pertumbuhan penjualan mencapai 30-40 persen di DIY-Jateng. Melalui lini produk Meet Price Product (MPP), pihaknya mulai menyasar segmen swasta.(*)

Penulis: Rento Ari Nugroho
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved