Reklame Melanggar Aturan Belum Ditertibkan

Kota Yogyakarta memiliki 55 daftar reklame yang melanggar aturan. Namun daftar tersebut tak kunjung diserahkan Forpi maupun Dintib Kota Yogyakarta.

Reklame Melanggar Aturan Belum Ditertibkan
Tribun Jogja/ M Fauziarakhman

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta yang sebelumnya berkomitmen mengawal Perda nomor 2/2015 tentang penertiban reklame, tak dapat melaksanakan tugas itu lantaran terkendala belum mendapat data tentang reklame yang melanggar aturan.

Anggota Forpi Kota Yogyakarta, Baharuddin Kamba mengungkapkan sejak Perda tersebut diberlakukan pada 18 Mei lalu, pihaknya belum dapat memantaunya.

Sebab daftar reklame yang melanggar aturan oleh Pemkot Yogyakarta belum diserahkan ke pihaknya.

“Makanya selama ini masih menunggu data dari DPDPK Kota Yogyakarta. Bahkan saat kita komunikasi dengan Dinas Ketertiban (Dintib), mereka belum bisa bergerak karena hal yang sama,” kata Kamba kepada Tribun Jogja, Minggu (22/5/2016).

Diungkapkannya, DPDPK Kota Yogyakarta memiliki 55 daftar reklame yang melanggar aturan. Namun daftar tersebut tak kunjung diserahkan Forpi maupun Dintib Kota Yogyakarta.

Alhasil penerapan Perda 2/2015 yang semestinya menertibkan reklame tak dapat dimonitor.

Kamba pun meminta jika DPDPK Kota Yogyakarta tak dapat memberikan daftar tersebut, setidaknya pihaknya diberi petunjuk berupa nama jalan yang terdapat reklame melanggar.

Sama seperti penertiban hotel, beberapa waktu lalu, pihaknya dapat memonitor meski hanya berbekal nama jalan.

“Kalau meraba-raba, kami takut salah. Minimal DPDPK memberi kami cluenya, nama jalan saja. Nanti bisa kami identifikasi,” ujar dia.

Mantan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Reklame, Suwarto mengungkapkan sejak Perda yang dibuatnya diberlakukan, hingga kini belum ada tindakan penindakan. Dia pun menagih komitmen Pemkot Yogyakarta untuk menertibkan reklame, terlebih reklame yang harus ditertibkan sudah terdata.

Halaman
12
Penulis: mrf
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved