Faber-Castell Optimis Hadapi Era Digital

Pihaknya mengakui bisnis alat tulis terdampak cukup besar oleh perkembangan dunia digital. Pihaknya optimis bisnis alat tulis akan tetap bertahan.

Faber-Castell Optimis Hadapi Era Digital
tribunjogja/rentoari
Beberapa instalasi yang dibawa Faber-Castell menjadi ajang foto untuk pengunjung. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Era digital dimana banyak aspek kehidupan mulai beralih ke dukungan perangkat elektronik memang mulai menggerus bisnis stationary.

Menghadapi hal tersebut, PT Faber-Castell International Indonesia mulai bergerak merangkul industri kreatif.

Selain itu, berbagai event berbasis kreativitas juga menjadi ajang untuk mempertahankan pasar.

Brand Manager Faber-Castell Indonesia, Fransiska Remila mengatakan, pihaknya mengakui bisnis alat tulis terdampak cukup besar oleh perkembangan dunia digital. Namun demikian, pihaknya optimis bisnis alat tulis akan tetap bertahan.

"Bisnis alat tulis memang tergerus digital, namun kami tidak takut. Dalam berbagai event yang berbasis kreativitas, minat masyarakat masih cukup tinggi. Hal itu terlihat dari terus meningkatnya permintaan akan produk kami," kata Fransiska di sela acara Pameran Seni Faber-Castell "Kreativitas Tanpa Batas" di atrium Jogja City Mall, Rabu (18/5/2016).

Dalam pameran yang diadakan 18-23 Mei ini ditampilkan karya berbagai pemenang lomba yang diadakan Faber-Castell. Selain itu, juga ditampilkan karya instalasi dengan medium pensil karya seniman Jerman, Kerstin Schulz.

Fransiska melanjutkan, di Indonesia Faber-Castell memiliki dua pabrik yang memproduksi pensil dan spidol. Selain memenuhi kebutuhan domestik, produk juga diekspor ke 40 negara tujuan.

"Kami bahkan terkadang kewalahan memenuhi permintaan. Ini membuktikan, kita memang tidak bisa menolak digitalisasi tapi kami bisa terus maju dengan kreativitas," tegasnya.

Dari sisi pertumbuhan bisnis, tahun lalu Faber-Castell mencatatkan pertumbuhan sekitar 11 persen. Kondisi ekonomi dan belum stabilnya kondisi membuat pertumbuhan sedikit melambat.

Padahal, beberapa tahun sebelumnya pertumbuhan rata-rata di atas 20 persen.

"Untuk tahun ini diperkirakan akan lebih baik dengan ekonomi yang mulai stabil. Kami optimis untuk itu," katanya. (tribunjogja.com)

Penulis: toa
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved