IKPMDI Akan Serukan Toleransi Antar Etnis di Yogyakarta

IKPMDI Kota Yogyakarta akan menyerukan toleransi ke warga dalam bentuk berbagai media sosialisasi visual.

Penulis: mrf | Editor: oda
net
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Daerah Indonesia (IKPMDI) berencana menyerukan toleransi antar etnis maupun antar umat beragama di Kota Yogyakarta.

Pasalnya, tindakan intoleransi kerap terjadi di kota gudeg ini.

Ketua IKPMDI Kota Yogyakarta, Hafidz Arif mengungkapkan, pihaknya akan menyerukan toleransi ke warga dalam bentuk berbagai media sosialisasi visual. Nantinya berbagai media sosialisasi tersebut akan dipasang di tempat strategis.

“Pemasangan media sosialisasi ini adalah salah satu upaya kami, lainnya ada. Kami berkomitmen menjaga kondusifitas Kota Yogyakarta,” kata Hafidz di Balai Kota Yogyakarta, Selasa (17/5/2016).

Dia melanjutkan, media sosialisasi visual yang akan dipasang tersebut berupa spanduk dan banner.

Adapun gambar dalam spanduk dan banner itu ialah 20 pasang pelajar dan mahasiswa yang mengenakan busana adat daerahnya masing-masing.

“Spanduk dan banner itu akan ditempatkan di tiap wilayah dan lokasi strategis. Ini juga salah satu bentuk untuk menyambut mahasiswa baru dari daerah,” ucapnya.

Hafidz berharap, mahasiswa maupun pelajar yang akan menimba ilmu di Yogyakarta agar berbaur dan menyesuaikan budaya masyarakat setempat.

Dengan demikian, toleransi antar etnis hingga toleransi antar umat beragama akan tertanam dengan baik.

“Kami siap kolaborasi dengan pemerintah maupun warga Yogyakarta untuk menyerukan toleransi ini. Mengingat jumlah mahasiswa dari luar daerah makin banyak,” papar dia.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa (Bakesbang) Kota Yogyakarta, Sukamto mengapresiasi inisiatif dari IKPMDI untuk membuat media sosialisasi visual.

Nantinya, Bakesbang Kota Yogyakarta akan turut memfasilitasi hingga mempertemukan IKPMDI dengan pejabat terkait.

“Setiap dua bulan, kami rutin mempertemukan mahasiswa daerah dalam berbagai forum. Persatuan dan kesatuan harus tetap terbangun,” kata Sukamto.

Dipaparkannya, saat ini terdapat 98 asrama daerah di Kota Yogyakarta dengan penghuni sekitar 2 ribu orang.

Jumlah tersebut tak mewakili angka sebenarnya lantaran mahasiswa maupun pelajar dari daerah memilih untuk menyewa rumah maupun indekos di Yogyakarta. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved