Proyek Malioboro Terkendala Kabel dan Pipa

Pengecoran dilakukan malam dengan pertimbangan tidak mengganggu arus lalu lintas maupun pejalan kaki yang ada di sana.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: oda
tribunjogja/kurniatulhidayah
Suasana pembangunan kawasan semi pedestrian Malioboro telah diperluas hingga ke sisi selatan. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengerjaan proyek kawasan semi pedestrian Malioboro telah diperluas di sisi selatan. Nampak pagar seng dipasang berkeliling mengitari area tegel abu-abu yang berada di depan Hotel Inna Garuda Malioboro.

Pelaksana lapangan, Eri Purnomo mengatakan untuk sisi paling utara, rencananya akan dilakukan pengecoran pada Selasa malam (17/5/2016).

Pengecoran dilakukan malam dengan pertimbangan tidak mengganggu arus lalu lintas maupun pejalan kaki yang ada di sana.

"Ini ada perubahan kemiringan yang agak landai, makanya perlu disesuaikan agar tidak tajam. Kemungkinan besok malam sudah bisa dicor karena lantai kerja sudah selesai. Semoga besok (nanti malam) cuacanya bagus," tandasnya ketika dihubungi Tribun Jogja, Senin (15/5/2016).

Selain perubahan kemiringan, kendala lain yang ditemukan di lapangan adalah adanya pipa dan juga kabel yang tidak muncul dalam perencanaan, ketika di lapangan ditemukan ada.

"Saat membongkar paving di belakang shelter trans jogja dua hari yang lalu (Sabtu 14/5/2016), kami kaget ada pipa PDAM di sana. Air sempet muncrat. Mudah-mudahan selanjutnya di bawah paving tidak ditemukan jaringan berbahaya," imbuhnya.

Namun ia menjelaskan, ketika kendala tersebut telah terselesaikan di sisi utara, maka selanjutnya pengerjaan akan lebih mudah. Pasalnya bagian utara merupakan tipikal selatan, sehingga lebih mudah untuk memprediksikan.

Selain penutup seng serta alat berat yang beroperasi di area baru tersebut, aktivitas di sekitarnya tetap terlihat.

Misalkan PKL yang menjajakan dagangannya, serta halte Trans Jogja yang tetap dipenuhi masyarakat untuk memanfaatkan jasa transportasi umum tersebut.

Pengerjaan di sisi selatan memanG masih di bagian tegel abu-abu, atau jalur khusus pejalan kaki. Sementara tegel merah, atau yang biasa digunakan PKL untuk berjualan, masih belum ditutup seng.

Juwanto, satu di antara pemilik angkringan yang ada di area tersebut mengaku belum ada perintah untuk berhenti berdagang selama pengerjaan proyek dilakukan di tegel abu-abu.

"Nanti kalau pengerjaannya sudah sampai belakang (tegel merah), saya bisa pindah atau libur," jelasnya.

Disinggung tentang kawasan malioboro yang nantinya jadi semi pedestrian, dirinya mengaku belum tahu akan dipindah ke mana.

"Belum tahu nanti kalau sudah jadi akan dipindah di mana. Tapi katanya masih di sini-sini saja," ungkap Juwanto. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved