Pemerkosa Bocah Diusir Warga

Pemerkosa Siswi SD Sering Pesta Miras dan Inapkan Perempuan

Warga beberapa kali sudah memperingatkan EG atas perilakunya. Namun perbuatan tersebut selalu terulang.

Pemerkosa Siswi SD Sering Pesta Miras dan Inapkan Perempuan
net
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - EG (17), salah satu pelaku pemerkosa siswi SD LS (11) siswi Kelas VI SD, di Dusun Sribitan, Desa Puluhan, Jatinom dikenal warga sebagai remaja yang bengal dan sering membuat onar.

Bahkan seringkali EG, yang masih duduk di bangku SMP itu, mengajak teman-temannya untuk pesta miras.

Warga setempat, Janiar Putro (25) mengatakan warga beberapa kali sudah memperingatkan EG atas perilakunya. Namun perbuatan tersebut selalu terulang.

"Warga sering memperingatkan, namun tidak pernah digubris," paparnya, Minggu (15/5/2016).

Perilaku EG semakin menjadi saat rumah keluarganya kosong, ditinggal orangtuanya.

Bersama beberapa temannya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka pemerkosa LS, EG sering mengajak berkumpul teman-teman di rumah tersebut.

Bahkan beberapa kali membawa perempuan menginap di rumah tersebut.

"Warga sudah mengamati beberapa hari. Setiap hari warga melihat ada perempuan yang dibawa dan ada kumpul-kumpul. Warga curiga ada pesta miras," ujarnya.

Lantas pada Rabu (11/5/2016) warga sudah tidak tahan lagi dan bermaksud membubarkan kegiatan yang dilakukan EG bersama teman-temannya. Namun warga tidak menyangka jika terjadi tindak perkosaan.

"Kami juga tidak tahu jika ada seperti itu," kata dia.

Ditanya terkait korban yang datang ke lokasi, Janiar baru sekali melihat korban. Saat itu, korban diboncengkan oleh perempuan yang sering ikut berkumpul di rumah EG.

"Baru sekali, sebelumnya saya sendiri belum pernah melihat dia (korban). Dia dibonceng oleh perempuan yang lebih tua, itu temannya yang sering ikut kumpul-kumpul," ungkapnya.

Pantauan Tribun Jogja, rumah yang menjadi tempat tindak pemerkosaan itu tampak lengang. Hanya terlihat beberapa orang yang keluar masuk rumah untuk mengangkut barang-barang akan dipindahkan ke dalam truk angkut.

Dari tujuh orang yang diduga menjadi pelaku, baru empat yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Antara lain Sl (18) warga Puluhan, Jatinom; RG (18) warga Kiringan, Tulung; HND (16) warga Sudimoro, Tulung; dan YS (18) warga Majegan, Tulung.

Saat ini kasus ini masih dalam penyidikan Sat Reskrim Polres Klaten. (tribunjogja.com)

Penulis: ang
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved