Miras Oplosan Mematikan
Ada 9 Pasien Korban Miras Oplosan di RS Bethesda, Dua Meninggal
Ada sebanyak sembilan pasien miras oplosan masuk ke rumah sakit tersebut, dan dua di antaranya meninggal dunia.
Penulis: abm | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Septiandri Mandariana
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Korban miras oplosan selama beberapa hari ini berjatuhan. Hal itu terlihat di beberapa rumah sakit yang menanggulangi para pasien dengan keluhan serupa akibat menegak miras oplosan.
Salah satunya yang terlihat di RS Bethesda Yogyakarta.
Sejak Sabtu (14/5/2016) sore hingga Minggu (15/5/2016) siang, sudah ada sebanyak sembilan pasien miras oplosan masuk ke rumah sakit tersebut, dan dua di antaranya meninggal dunia.
Dua pasien yang meninggal di RS Bethesda Yogyakarta yaitu, Dandy Fredian Feri (31), warga Badran Jl I/885 RT/RW 40/09, Bumijo, Jetis Yogyakarta, dan Budi Kahono (47), warga Demanga RT 07, Jambidan, Banguntapan, Bantul.
Dokter jaga di IGD RS Bethesda Yogyakarta, dr Yiska Martelina mengatakan, Budi masuk ruang IGD pada pukul 18.51 WIB dan sempat dirawat terlebih dahulu setelah diberikan langkah pertolongan.
"Sempat dirawat dan kondisinya sangat tidak memungkinkan. Sementara untuk Dandy sendiri ketika masuk ke IGD sudah tidak bernyawa," ungkap Yiska kepada Tribun Jogja, Minggu (15/5/2016) siang.
Sementara itu, untuk ketujuh korban miras oplosan yang berada di rumah sakit tersebut ada yang masih dirawat dan meminta dipulangkan karena sudah merasa kondisi badannya lebih membaik.
Di antaranya ada Widodo (43), warga Tompeyan TR III/158-A, RT/RW 003/001, Tegalrejo, Yogyakarta.
Dodo, begitu ia biasa disapa baru masuk ke ruang IGD pada Minggu (15/52016) pukul 11.07 WIB dan meminta untuk pulang setelah diberikan pertolongan oleh pihak rumah sakit.
Dodo mengatakan, dirinya menegak miras oplosan tersebut pada Rabu (11/5/2016) bersama teman-temannya. Ia mengaku meminum lebih dari satu gelas miras oplosan.
Selama dua hari terakhir ini, Dodo merasakan pandangan matanya yang biasanya jelas menjadi kabur.
"Jadi kabur, terus kok rasanya ada yang janggal. Ya sudah saya langsung ke rumah sakit untuk diperiksa," jelas pria yang sehari-hari bekerja sebagai pekerja bangunan ini.
Ia menambahkan, untuk siapapun yang terbiasa menegak minuman keras, agar lebih berhati-hati bahkan menghentikannya. "Agar tidak lagi berjatuhan korban gara-gara miras," tambahnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suasana-igd_20160515_144540.jpg)