Terganjal Perizinan, Tiga Pembakar Limbah Medis Dibekukan

Harapannya limbah yang dibuang tidak membahayakan kesehatan manusia dan berdampak buruk bagi lingkungan.

Terganjal Perizinan, Tiga Pembakar Limbah Medis Dibekukan
datariau.com
ilustrasi puskesmas 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Terganjal soal perizinan, incinerator pembakar limbah medis di tiga puskesmas di Kulonprogo dibekukan.

Tiga pembakar limbah tersebut adalah incinerator yang ada di Puskesmas Galur 2, Pengasih 2, dan Lendah.

Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Bambang Haryatno, menyatakan pemanfaatan incinerator tersebut harus lebih dulu dilengkapi dengan perizinan.

Namun karena sejauh ini persyaratan yang ditentukan belum terpenuhi, tiga pembakar limbah medis itu dibekukan.

"Dibekukan sementara, sambil melihat perkembangan ke depan," katanya, saat sosialisasi Minimalisasi Limbah Rumah Sakit Pola 3R di Gedung Kaca Kulonprogo, Kamis(12/5/2016).

Menurutnya, seluruh fasilitas kesehatan di daerah harus memiliki instalasi pengolahan limbah.

Terlebih karena fasilitas kesehatan mengeluarkan limbah, maka puskesmas atau rumah sakit harus bertanggungjawab atas limbah yang dikeluarkan.

Harapannya, limbah medis dikeluarkan sudah dalam kondisi aman bagi lingkungan.

"Harus betul-betul aman dan tidak menimbulkan efek buruk bagi masyarakat. Harus waspada. Harus ada SOP yang benar," lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: ose
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved