Pengalaman Mengerikan Korban Selamat Bom Atom Hiroshima

Setelah mendengar ledakan keras, ia melihat kilatan putih kebiruan seperti suar magnesium dari balik kaca.

Pengalaman Mengerikan Korban Selamat Bom Atom Hiroshima
Twitter/@_PaulMonaghan
Setsuko Thurlov (kanan), survivor bom Hiroshima yang gencar menentang pemakaian nuklir untuk mengatasi masalah perang. 

TRIBUNJOGJA.COM - Hantaman bom atom Amerika Serikat di Kota Hiroshima dan Nagasaki, pada 6 Agustus 1945 menjadi sejarah kelam bagi Jepang.

Para korban selamat yang kini sudah berusia senja menceritakan bagaimana mengerikannya saat ledakan terjadi.

Salah satunya adalah Setsuko Thurlow yang kini berusia 84 tahun. Saat bom atom dijatuhkan ke Hiroshima, perempuan itu baru berusia 13 tahun dan tengah belajar di sebuah markas militer, sekitar satu mil dari pusat ledakan.

Kala itu ia berada di lantai dua dari bangunan kayu. Setelah mendengar ledakan keras, ia melihat kilatan putih kebiruan seperti suar magnesium dari balik kaca.

Seketika itu ia merasakan sensasi melayang dan bangun dalam kegelapan total. Thurlow mendengar teman-teman yang berada di dekatnya menangis meminta bantuan.

Sementara seorang pria tak dikenal mendorongnya ke luar menggunakan kayu, ketika bangunan mulai terbakar. Selanjutnya kenangan pahit itu pun terjadi, teman-temannya terbakar hidup-hidup di kelas.

Thurlow dan para survivor bom Hiroshima dikenal sebagai kelompok hibakusha. Jumlah mereka selalu menyusut dari waktu ke waktu.

Mereka sering kali didiskriminasi bila ingin mencari pekerjaan dan menikah, karena orang takut terkena radiasi. Oleh karena itu ia gencar mengkampanyekan, agar bom atom maupun senjata pemusnah massal lain tak perlu lagi digunakan.

"Saya telah melakukan perjalanan ke Skotlandia untuk menentang pembaharuan pangkalan nuklir Trident. Menggunakan nuklir sebagai solusi untuk mengatasi masalah itu tidak masuk akal. Ini hanya ilusi dan khayalan," kata Thurlov seperti dikutip dari rt.com, Kamis (12/5/2016).

Cerita yang juga mengerikan mengenai bom Hiroshima dialami oleh Junko Morimoto yang kini tinggal di Sydney. Saat kejadian, ia tengah berada di rumah bersama kakak dan adiknya.

Halaman
12
Penulis: say
Editor: oda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved