Breaking News:

Tak Ada Temuan Simbol dan Lambang 'Palu Arit' di Wilayah Magelang

Sejauh ini area Magelang, baik Kota dan Kabupaten, masih terbebas dari segala macam atribut tersebut

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Muhammad Fatoni
ranseltua.blogspot.com
Kota Magelang 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Guna melakukan cipta kondisi demi kondusivitas Kota Magelang pada khususnya, pasukan gabungan Kodim 0705 Magelang, Polres Magelang Kota dan Satpol PP Kota Magelang, menggelar patroli terpadu pada Minggu (8/5/2016) dan Senin (9/5/2016).

Selain cipta kondisi yang sudah rutin dilakukan untuk melakukan penertiban, patroli tersebut juga ditujukan untuk memantau kondisi Kota Magelang di tengah marak beredarnya simbol-simbol palu arit, yang berhubungan erat dengan ideologi komunis, di beberapa daerah di tanah air.

Namun, sejauh ini area Magelang, baik Kota dan Kabupaten, masih terbebas dari segala macam atribut tersebut. Hal itu dituturkan langsung oleh Pasi Intel Kodim 0705 Magelang, Kapten Infantri I Ketut Kukuh.

"Belum ada atribut berbau palu arit yang kami temukan, entah itu spanduk ataupun selebaran-selebaran jenis apapun," terangnya, pada Selasa (10/5/2016) di Markas Kodim 0705/Magelang.

Dirinya pun menegaskan, bahwa selama Tap MPRS No 25 Tahun 1966 dan UU No 27 tahun 1999 belum dicabut, tak perlu diperdebatkan lagi soal pelarangan komunis dan atheis di Indonesia.

Kalaupun nanti ia menemukan indikasi tersebut, dapat dipastikan pelakunya akan ditangkap dan diserahkan pada aparat kepolisian.

"Namun, harus dilihat juga latar belakang pendidikan masyarakat yang mengenakan atribut tersebut, karena banyak yang kedapatan memakai topi atau kaos bersimbol palu arit, tapi dia sendiri tak memahami maknanya, kan kasihan juga kalau harus dihukum," jelas Ketut. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved