Isra Mikraj, Perjalanan Nabi Muhammad Menembus Langit untuk Menerima Perintah Salat Wajib

Rasulullah SAW didatangi tiga orang saat tidur di masjid al-Haram. Mereka membawanya ke sekitar sumur zam-zam.

Isra Mikraj, Perjalanan Nabi Muhammad Menembus Langit untuk Menerima Perintah Salat Wajib
www.trentekno.com
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Hari ini, Jumat (6/5/2016), umat Islam memperingati peristiwa Isra dan Mikraj yang juga menjadi hari libur nasional setiap tahunnya.

Peristiwa besar bagi umat Islam ini dijelaskan dalam Alquran Surat al-Isra' ayat 17 dan al-Najm ayat 7-18.

Kata Isra mengandung pengertian perjalanan di malam hari. Sebagaimana Tribun Jogja kutip dari alislamiyah.uii.ac.id, Rasulullah SAW didatangi tiga orang saat tidur di masjid al-Haram. Mereka membawanya ke sekitar sumur zam-zam.

Di sana, malaikat Jibril membelah antara leher sampai dada nabi. Jibril kemudian mencuci hati Muhammad dengan air zam-zam dan mengisinya dengan iman dan hikmah.

Setelah selesai, rombongan itu kemudian terbang ke langit menggunakan buraq. Di sana, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Adam.

Di sebelah kanan Adam berjejer roh penghuni surga, sedang kirinya ahli neraka. Perjalanan kemudian berlanjut.

Di langit kedua, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya. Di langit ketiga bertemu Nabi Yusuf, keempat ada Nabi Idris, kelima Nabi Harun, Nabi Musa di langit ke enam dan Nabi Ibrahim dilangit ketujuh.

Di langit yang terakhir pula, Muhammad melihat Bayt al-Ma'mur, tempat di mana 70.000 malaikat salat setiap harinya. Malaikat hanya sekali saja masuk ke sana dan bila sudah ke luar tak akan kembali.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Sidrat al-Muntaha. Di sana Rasulullah melihat Sungai Effrat dan Nil, serta dua sungai di surga.

Malaikat Jibril juga menunjukkan wujud aslinya di Sidrat al-Muntaha. Ia pun menunjukkan khamr, susu, madu dan mengambil susu sebagai perlambang kesucian Muhammad dan umatnya.

Dalam perjalanan semalam ini, Muhammad juga diperlihatkan surga yang indah. Puncak perjalanan isra mikraj adalah diterimanya perintah salat lima waktu yang harus dijalankan Rasulullah dan umatnya.

Awalnya, salat wajib diperintahkan 50 kali sehari semalam oleh Allah SWT. Muhammad pun menyetujuinya tetapi atas saran Musa, perintah itu sebaiknya dikurangi saja.

Setelah beberapa kali bolak-balik, Allah pun meminta Muhammad dan umatnya untuk salat lima kali sehari.

Muhammad enggan untuk meminta keringanan lagi hingga akhirnya, salat wajib yang harus dilaksanakan sebanyak lima kali sehari, seperti yang umat islam kerjakan saat ini.

Cukup banyak hadits yang meriwayatkan kisah ini. Namun menurut hadits yang diriwayatkan Syekh al-Albani, ada beberapa hal yang tidak sah yang sering diceritakan mengenai isra' mi'raj.

Di antaranya soal Muhammad yang diperlihatkan azab orang yang disiksa di neraka, salat sebelum melakukan perjalanan, nabi-nabi yang meninggal dunia salat selama 40 hari di dalam kubur, Jibril memberi isyarat dengan batu sehingga batu terbelah, serta masih ada beberapa yang lain. (tribunjogja.com)

Penulis: say
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved