Serundeng Lele Olahan Ala FE UNY
Mereka mengolah lele yang biasanya dikonsumsi dalam bentuk yang sama hanya digoreng atau dibakar saja, menjadi serundeng.
Penulis: una | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja Rona Rizkhy Bunga Chasana
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berkreatifitas, mahasiswa Fakultas Ekonomi UNY, mengolah lele menjadi olahan yang lain belum ada sebelumnya dengan membuatnya menjadi olahan serundeng. Mereka adalah Ahmad Isrofi, Alung Mutia Dayanti, Diah Ayuningtyas, Aprilina G. Regini, Rauf Dani Wijaya, Fitriatun Marati, Sayidatul Maghfiroh, Jauharotun Nafisah dan Dita Sari Kusuma.
“Olahan lele menjadi makanan yang beda tersebut merupakan salah satu cara mengangkat makanan tradisional,” ujar Ahmad Isrofi.
Sementara itu, Alung Mutia Dayanti menambahkan bahwa serundeng merupakan makanan tradisional Indonesia.
Oleh karena itu mereka mengolah lele yang biasanya dikonsumsi dalam bentuk yang sama hanya digoreng atau dibakar saja, menjadi serundeng untuk mengangkat sisi tradisional olahan makanan nusantara.
Para mahasiswa tersebut, mengkreasikan lele dengan parutan kelapa untuk mencipta makanan berupa serundeng.
Dalam hal ini, kelapa diparut terlebih dahulu lalu disangrai hingga kering. Sementara itu, lele digoreng dan dipisahkan dari durinya.
Kemudian dicampur dengan bumbu-bumbu dan masak hingga kandungan air berkurang, baru setelah itu dimasukkan oven.
“Bumbu yang digunakan adalah bawang merah, bawang putih, ketumbar, gula merah, serai, salam, daun jeruk, garam dan lengkuas,” tambah Diah Ayuningtyas.
Pemilihan ikan lele menjadi bahan baku pembuatan serundeng sebenarnya juga beralasan karena menurut Rauf Dani Wijaya, ikan lele mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6, protein, vitamin B12 serta fosfor.
Selain itu, kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6 yang ada dalam ikan lele setara dengan ikan salmon yang harganya lebih mahal.
Lebih rincinya, ikan lele mampu memberikan pasokan 220 mg asam lemak omega-3 serta 875 mg asam lemak omega-6.
Rauf Dani Wijaya menambahkan jika lele sebenarnya juga mampu membantu menurunkan tekanan darah, membantu menjaga kesehatan kulit, terutama dari ekzema dan dermatitis, serta dapat membantu dalam pembentukan cerebral cortese otak.
Atas dasar itulah, mengapa mahasiswa ini memilih ikan lele untuk diolah menjadi makanan lain yang lebih bervariatif ketimbang hanya digoreng atau dibakar saja.
Selama ini, mahasiswa Fakultas Ekonomi UNY, telah mengemas serundeng lele dan dipasarkan di sekitar Yogyakarta. Selanjutnya, para mahasiswa sedang merintis untuk pemasaran di luar DIY. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/serundeng-lele_20160504_203305.jpg)