Breaking News:

Pagi Kuliah, Sore Buka Les Gratis, Malam Belajar

Biaya pendidikan memang sempat menjadi kendala Novi yang terancam tidak bisa meneruskan pendidikannya seusai lulus SMP.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: oda
tribunjogja/kurniatulhidayah
Novi Dwi Astuti (19) mahasiswa bidik misi berprestasi, diapit kedua orang tuanya, Gitono (50) dan Sartiyah (43). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jangan pernah malu walaupun berasal dari keluarga yang serba pas-pasan. Pesan dari orangtuanya tersebut yang selalu dijaga Novi Dwi Astuti (19).

Putri buruh bangunan dan buruh tani tersebut dikenal sebagai sosok cerdas yang berhasil mengukir banyak prestasi dari kecil hingga statusnya sekarang sebagai mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Biaya pendidikan memang sempat menjadi kendala Novi yang terancam tidak bisa meneruskan pendidikannya seusai lulus SMP. Hal tersebut diakui kedua orangtuanya, Gitono (50) dan Sartiyah (43).

Namun, kecerdasan Novi, dianggap sayang bila harus terhenti sampai di sana. Sartiyah mengungkapkan bahwa seorang tetangganya membantu mengurus administrasi Novi agar bisa sekolah di SMAN 2 Bantul.

Pada akhirnya, anak bungsu dari dua bersaudara tersebut berhasil melanjutkan pendidikannya, bahkan ia tak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun atas prestasinya itu.

"Saat SMA, Novi merupakan satu di antara siswa di kelas CI (Cerdas Istimewa atau kelas akselerasi). Saat SMP dia juga siswa di kelas bilingual. Selama SMA itu pula, kami tidak mengeluarkan biaya apapun," jelas sang bunda, ketika ditemui di kediamannya Gedongan, Srigading, Sanden, Bantul, Minggu (1/5/2016).

Sejak SMA, Novi juga tak pernah membebani kedua orangtuanya dengan uang saku. Gadis kelahiran Bantul, 29 November 1996 tersebut mencari tambahan uang saku sendiri dengan berjualan roti dan nasi di sekolahnya.

"Sebelum berangkat ke sekolah, Novi mampir ke penjual dan juga ke pasar untuk membawa roti dan nasi untuk dijual di sekolahnya," tandas wanita yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh tani tersebut.

Sartiyah mengatakan bahwa putrinya tersebut telah memiliki semangat belajar yang besar serta cita-cita yang tinggi sedari kecil. Novi langganan menjadi juara kelas serta kerap kali mengikuti olimpiade di sekolahnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved