Pemuda Muhammadiyah Laporkan Ruhut ke MKD karena Pelesetkan HAM Jadi "Hak Asasi Monyet"

Ruhut dianggap telah melanggar kode etik karena pernyataan yang dilontarkannya saat rapat kerja dengan Kapolri, Rabu (20/4/2016) lalu.

Pemuda Muhammadiyah Laporkan Ruhut ke MKD karena Pelesetkan HAM Jadi
Tribun Jogja/ Khaerur Reza
Ruhut Sitompul saat ditemui di kampus Fisipol UGM, Kamis (14/1/2016) 

TRIBUNJOGJA.COM - Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah melaporkan Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul ke Mahkamah Kehormatan Dewan.

Ruhut dianggap telah melanggar kode etik karena pernyataan yang dilontarkannya saat rapat kerja dengan Kapolri, Rabu (20/4/2016) lalu.

Rapat tersebut salah satunya membahas kematian terduga teroris Siyono saat ditahan oleh Densus 88 Antiteror.

Ruhut menyatakan dukungannya kepada Densus 88 dan mengkritik organisasi pemuda Muhammadiyah yang membela Siyono atas nama hak asasi manusia. Ruhut pun sempat mempelesetkan HAM sebagai 'hak asasi monyet'.

"Kami minta agar perilaku yang bersangkutan yang abai etika dan menghina kemanusiaan tersebut diberikan sanksi yang tegas," kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Danhil Azhar Simanjuntak usai menyampaikan laporan ke Sekretariat MKD, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (29/8/2016).

Danhil berharap, MKD bisa memproses kasus ini secepatnya. Dia percaya MKD bisa bekerja profesional untuk menjaga marwah dan kehormatan DPR RI.

"Jadi kalo MKD menganggap itu biasa saja, berarti sama saja MKD membolehkan bahasa kebun binatang digunakan dalam ruang sidang," kata Danhil. (*)

Editor: dik
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved