Agenda Jogja
Sore Ini Ada Diskusi Seni dan Aktivisme Sosial di JMR
Sore ini bertempat di Ruang Radio, Jogja National Museum, Yogyakarta, Jumat, (22/4) akan dilakukan diskusi dengan tema : “Seni dan Aktivisme Sosial”.
Penulis: rap | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sore ini bertempat di Ruang Radio, Jogja National Museum, Yogyakarta, Jumat, (22/4) akan dilakukan diskusi dengan tema : “Seni dan Aktivisme Sosial”.
Diskusi ini menelusuri ihwal seni kaitannya dengan aktivisme sosial. Diskusi ini merupakan rangkaian dari Jagongan Media Rakyat (JMR). Kegiatan yang dilaksanakan sepanjang 21 hingga 24 April 2016.
Diskusi ini mengundang tiga pembicara multidisipliner yang menggunakan seni sebagai mediumnya bersuara.
Mereka adalah Djuwadi Ahwal, anggota aktif kolektif Taring Padi, yang telah berdiri pada akhir era otoritarian Soeharto.
Djuwadi menggunakan medium seni rupa guna menyuarakan kegelisahan apa yang sedang terjadi dan hinggap di kepalanya.
Selanjutnya adalah Jamaluddin Latif, salah satu penggagas ‘Kota untuk Manusia’, bersama rekan-rekan mendirikan komunitas Malmime-Ja, yakni sebuah kolektif berisi pegiat non-seni dari berbagai multidisipliner.
Mereka menggunakan seni teatrikal sebagai media penyampaiannya.
Satu lagi ialah Venti Wijayanti yang bersama-sama dengan Brikolase, pusat studi yang didirikan untuk merespon berbagai macam isu kontemporer di masyarakat global, ia mengkaji masyarakat Indonesia menggunakan ekspresi seni dan budaya sebagai pisau analisis.
Diskusi ini akan dimoderatori oleh Kiki Pea, jurnalis Tribun Jogja yang juga meringkas kegelisahannya terhadap realitas sosial melalui komik bertajuk KomikKomuk.
Sementara, komik kritik tersebut dapat diakses melalui jejaring Instagram komik.komuk.
Tujuan dari diskusi ini ialah mengetahui bagaimana seni mempengaruhi aktivisme sosial dalam upayanya memperjuangkan suara-suara perlawanan terhadap budaya mapan.
Namun apakah seni hanya terbatas sebagai media ataukah juga sebagai metode? Berhasilkah seni menjadi daya dorong perubahan dalam konteks aktivisme sosial di masa sekarang? Apa saja tantangannya? Sekelumit pertanyaan tersebut bisa ditemui jawabnya pada diskusi sore nanti.
JMR 2016 yang terbuka untuk umum ini mengambil tema "Menganyam Inisiatif Komunitas", selama empat hari penyelenggaraannya ini ada beberapa agenda kegiatan, di antaranya ada Rembug Prakarsa, sebuah forum diskusi dengan beberapa pembicara, pasar buku, panggung rakyat, pasar komunitas, bioskop JMR dan lainnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/diskusi_20160422_111242.jpg)