Mahasiswa UGM Berbagi Pengolahan Limbah Ternak di Ajang Internasional

Topik perubahan iklim dan perlindungan lingkungan, membahas tentang minimnya kesadaran peternak tradisional untuk memberdayakan limbah ternaknya.

Mahasiswa UGM Berbagi Pengolahan Limbah Ternak di Ajang Internasional
dokpri
Mahasiswa Fakultas Peternakan UGM bersama mahasiswa asing lainnya ketika berada dalam 1st International Student Science Forum (ISSF) 2016, di Vietnam National University, pada 6-10 April 2016 lalu. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TEIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Upaya untuk mengolah limbah peternakan, menjadi topik diskusi menarik yang diceritakan Rahina Muhammad Aji, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), pada diskusi internasional dalam ajang 1st International Student Science Forum (ISSF) 2016, di Vietnam National University, pada 6-10 April 2016 lalu.

Aji mempresentasikan tentang topik perubahan iklim dan perlindungan lingkungan, membahas tentang minimnya kesadaran peternak tradisional untuk memberdayakan limbah ternaknya.

"Peternak lebih milih praktisnya atau bahkan pragmatism. Kalau praktis, limbah ternak dibiarkan menggunung sampai ada yang mengambil atau membeli. Kalau pragmatism, yang penting ternaknya dapat makan, nggak peduli lingkungan ternaknya sehat atau tidak," terangnya kepada Tribun Jogja, Senin (18/4/2016).

Namun, Aji mengenalkan GLV kepada para peternak, untuk mau mengolah limbah feses, urin, sisa pakan ternak mereka. Gambaran ke depan yang ditanamkan adalah mereka bisa lebih menghemat pakan karena tidak banyak pakan yang jatuh tersisa.

"Kita mengajarkan manajemen pakan yang baik, mereka dapat penghasilan tambahan dari produk yang dihasilkan. Contohnya pupuk cair, kompos, briket, dan biogas," ucap mahasiswa Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan UGM tersebut.

Selain Aji, dua rekannya yang lain yang juga terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam ajang tersebut adalah Daniel Dwiki Ignasia P dan Friska Putri S.

ISSF 2016 mengangkat tema besar Student Integration. Terdapat empat topik utama yang menjadi bahan diskusi dalam kegiatan ini yaitu kreativitas mahasiswa dan penelitian ilmiah, aktifitas kerelawanan mahasiswa, pengembangan bisnis start-up mahasiswa, serta membahas serta perubahan iklim dan perlindungan lingkungan.

Kegiatan yang dihelat di Ho Chi Minh City itu diikuti sebanyak 100 mahasiswa dari berbagai universitas di dunia. (tribunjogja.com)

Penulis: kur
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved