Bercanda Soal Bom, Muhlis Dikeluarkan dari Pesawat

Kejadian bermula saat pria asal Semarang itu memasuki kabin pesawat Nam Air In 9080 tujuan Palembang dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta.

Bercanda Soal Bom, Muhlis Dikeluarkan dari Pesawat
tribunjogja/santoari
Tim gegana Brimob Polda DIY sedang melakukan pemeriksaan terhadap bungkusan yang diduga bom, dan ternyata isinya adalah souvenir kayu. (ilustrasi) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Nasib apes menimpa seorang penumpang Nam Air, Muhlis (28) terpaksa berurusan dengan petugas keamanan bandara dan kepolisian gara-gara candaannya yang kelewat batas.

Bagaimana tidak, ia bercanda soal adanya bom saat pesawat bersiap lepas landas.

Kejadian bermula saat pria asal Semarang itu memasuki kabin pesawat Nam Air In 9080 tujuan Palembang dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta.

Menjelang pesawat lepas landas sekitar pukul 10.25 WIB, seorang pramugari memintanya untuk memasukkan tas miliknya ke dalam bagasi yang ada di atas bangku penumpang.

Namun bukannya menurut, Muhlis justru menolak dan mengatakan tas yang dibawanya berisi bom.

Kata yang dilontarkan tersebut membuat kaget pramugari Nam Air yang kemudian menindaklanjuti dengan melaporkan kejadian tersebut ke petugas ground darat Nam Air di Bandara Adisutjipto.

Laporan tersebut kemudian diteruskan keamanan bandara.

Sesaat kemudian petugas keamanan bandara memasuki pesawat yang ditumpangi Muhlis dan memaksanya turun. Petugas juga menggelar sterilisasi pesawat dan menyatakan pesawat Nam Air In 9080 aman dan layak terbang.

Petugas lantas menggelandang pemuda tersebut ke Mapolsek Depok Timur untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolsek Depok Timur, Kompol Dhanang Bagus Anggoro mengatakan usai melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan, pihaknya memberikan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.

Tidak ada sanksi hukum yang diberikan kepada calon penumpang yang gagal terbang tersebut.

“Kami hanya memberikan peringatan dan pembinaan kepada yang bersangkutan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut karena sangat meresahkan,” ungkapnya.

Muhlis menjalani pemeriksaan hingga pukul 17.22 WIB hingga akhirnya diizinkan meninggalkan Mapolsek Depok Timur. (tribunjogja.com)

Penulis: ang
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved