Futsal di Kota Pelajar Terus Menggeliat
Futsal, baru kisaharan tahun 2004 lalu mulai tenar di Indonesia, sebelum akhirnya, sekitar empat tahun kemudian, memasuki peradaban Yogyakarta.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Futsal, seberapa sering Anda mendengar orang-orang di sekitar mengatakannya? Sebuah cabang olahraga (cabor) yang bisa dibilang tengah naik daun, meski sampai sekarang masih tampak kesulitan menandingi popularitas saudara tuanya, sepakbola.
Padahal, secara permainan, keduanya mempunyai banyak kesamaan, meski dimensi lapangannya berbeda.
Kemudian, yang mungkin belum banyak diketahui oleh publik, bagaimana futsal bisa tiba-tiba masuk dan mulai mengambil hati masyarakat Yogyakarta?
Tentu sejarahnya belum sepanjang sepakbola, dimana kota ini menjadi tempat berdirinya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), 86 tahun yang lalu.
Bahkan sebelumnya, Yogyakarta sudah melahirkan PSIM, salah satu klub tertua di tanah air, pada 1929.
Sedangkan futsal, baru kisaharan tahun 2004 lalu mulai tenar di Indonesia, sebelum akhirnya, sekitar empat tahun kemudian, memasuki peradaban Yogyakarta, yang ditandai dengan berdirinya lapangan futsal pertama, Bardosono, hingga perlahan satu demi satu lapangan futsal mulai menjamur di setiap sudut kota dan kabupaten.
"Tentu saja, usia futsal di Yogyakarta masih seumur jagung, karena baru populer pada kisaran tahun 2008 lalu. Tapi, perkembangannya memang sangat pesat, bahkan tidak kalah jika dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia," ujar Armando Pribadi, yang kini menjabat sebagai Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) DIY.
Selengkapnya simak di halaman 21 Tribun Jogja edisi Jumat (15/4/2016). (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/paf-1_20151015_160749.jpg)