Kulonprogo Siapkan Rencana IPAL Terpadu Sebelum Padat Permukiman

Sistem pengelolaan jaringan air limbah domestik yang masih terbilang konvensional di wilayah Kulonprogo

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Sistem pengelolaan jaringan air limbah domestik yang masih terbilang konvensional di wilayah Kulonprogo dikhawatirkan akan menambah tingkat pencemaran dan menurunkan kualitas air tanah dan air permukaan.

Secara umum, dampak pengelolaan limbah yang tidak optimal tersebut bakal menghambat upaya pelestarian lingkungan hidup.

Kondisi ini menjadi perhatian pemkab mengingat pembangunan di Kulonprogo mulai mengarah sebagai wilayah perkotaan seiring proses megaproyek bandara dan sejumlah proyek besar lainnnya.

Jika pengelolaan air limbah tidak segera dilakukan secara terpusat sementara pembangunan berjalan begitu cepat, kualitas air tanah dan permukaan bukan tidak mungkin akan menurun dan memberikan dampak secara fisik, kimiawi maupun biologis.

"Mumpung masih 'lego' (ada waktu panjang), antisipasi sekarang karena nanti semakin padat permukiman," ujar Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kulonprogo, Suharjoko, Rabu (13/4/2016).

Langkah antisipasi tersebut segera diwujudkan dengan penyusunan peraturan daerah. Saat ini, pembahasan raperda Pengelolaan Air Limbah Domestik mulai dilakukan di DPRD Kulonprogo.

Proyeksi ke depan, Kulonprogo bakal memiliki instalasi pengolahan air limbah terpadu, sebagaimana sistem serupa yang diterapkan di Sewon Bantul.

Suharjoko mengatakan selama ini sistem pengolahan limbah domestik di Kulonprogo memang masih konvensional.

Termasuk BAB, menurutnya, masih dikelola secara mandiri per rumah menggunakan septitank.

Untuk mengantisipasi ancaman pencemaran lingkungan, pemkab mewacanakan adanya instalasi terpadu.

"Sementara ini mungkin belum ada keluhan soal dampak. Apalagi kondisi sungai di Kulonprogo saat ini masih bisa melakukan absorbsi secara baik. Tapi ke depan tidak bisa dibiarkan karena air limbah yang dibuang ke sungai harus sesuai baku mutu yang ditetapkan," katanya. (tribunjogja.com)

Penulis: ose
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved