Dinsos DIY Buka Layanan Jamkesus Difabel
Kegiatan yang dimotori Balai Pelaksana Jaminan Kesejahteraan Sosial (Bapel Jamkesos) DIY itu mendapatkan antusiasme warga.
Penulis: ang | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Sosial (Dinsos) DIY membuka layanan Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) bagi penyandang disabilitas di Balai Desa Sinduharjo, Ngaglik, Selasa (12/4/2016).
Upaya tersebut dilakukan sebagai pemenuhan hak difabel khususnya akses kesehatan.
Kegiatan yang dimotori Balai Pelaksana Jaminan Kesejahteraan Sosial (Bapel Jamkesos) DIY itu mendapatkan antusiasme warga. Ratusan difabel bahkan rela mengantri untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis itu.
Kepala Bapel Jamkesos DIY, Elvy Efendi mengatakan jaminan yang diberikan kepada difabel tersebut tidak berbeda dengan jaminan kesehatan serupa yang telah diberikan kepada masyarakat lainnya.
Bahkan terdapat sejumlah kekhususan yang tidak didapatkan lewat jaminan kesehatan lainnya.
“Melalui jamkesus, difabel memiliki kesempatan untuk mendapatkan bantuan alat bantu sesuai kebutuhannya. Sehingga mendukung aksesibilitasnya,” katanya.
Menurutnya setiap difabel yang datang mengikuti kegiatan ini akan melewati beberapa tahap assesment sebelum akhirnya mendapatkan bantuan.
Tidak hanya mendapatkan bantuan alat bantu, para penyandang disabilitas juga akan mendapatkan rehabilitasi sosial.
“Setelah mendaftar, akan dilihat kesehatannya, perlu penanganan lebih lanjut atau tidak. Jika perlu, akan diberikan bahkan sampai dirujuk ke rumah sakit, namun jika tidak maka akan dilanjutkan assesmentnya untuk mendapatkan alat bantu sesuai kebutuhan,” paparnya.
Elvy menambahkan tidak ada kriteria khusus dalam pemberian alat bantu. Justru diharapkan dengan pemberian alat bantu tersebut dapat memperbaiki kondisi penyandang disabilitas.
“Jadi benar-benar disesuaikan kebutuhannya, bukan hanya alat bantu dari pabrikan. Jika itu kursi roba, maka disesuikan kebutuhan agar menunjang aktifitas, baik yang dibantu orang lain maupun mandiri,” ujarnya menjelaskan.
Sementara itu Kepala Bidang Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos DIY, Pramujaya mengatakan penyandang disabilitas yang masih berusia produktif dan mandiri akan mendapatkan bantuan berupa rehabilitasi sosial.
Di dalamnya, pihaknya akan memberikan pelatihan khususnya sejumlah keterampilan yang bisa dimanfaatkan oleh difabel.
“Ada pelatihan kerajinan kulit, kerajinan logam, menjahit, pengetahuan komputer softwere dan hardwere, serta elektronik,” katanya.
Proses pelatihannya pun dilakukan di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas, di Pundong, Bantul. Untuk lama pelatihan, disesuikan dengan kemampuan masing-masing difabel.
“Antara satu hingga dua tahun. Akan kita dampingi sampai siap,” ujarnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penyandang-disabilitas_20160412_205902.jpg)