Ruang Khusus Merokok Tak Berguna, PNS dan Anggota Dewan Pilih Merokok di Lobi

Sejumlah ruang khusus merokok di kantor pemerintahan Kota Magelang mangkrak

Ruang Khusus Merokok Tak Berguna, PNS dan Anggota Dewan Pilih Merokok di Lobi
Tribun Jogja/Agung Ismiyanto
Sejumlah ruang khusus merokok di kantor pemerintahan Kota Magelang mangkrak. Hal ini lantaran, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Magelang masih enggan merokok di ruang khusus tersebut. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sejumlah ruang khusus merokok di kantor pemerintahan Kota Magelang mangkrak.

Hal ini lantaran, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Magelang masih enggan merokok di ruang khusus tersebut.

Pantauan Tribun Jogja, ruang khusus merokok di kantor Pemkot Magelang saat ini sudah tidak lagi dipergunakan secara optimal.

Di ruangan tersebut, nampak sejumlah kursi lipat, rice cooker bekas, sandal, dan beberapa peralatan lainnya. Sementara, jarang sekali yang menggunakan tempat tersebut untuk menghisap rokok.

Begitu pula, di DPRD setempat, sejumlah anggota legislatif juga justru menghabiskan rokok yang mereka hisap di ruang lobi. Beberapa diantaranya, juga menghisap rokok di ruangan.

Ruangan rokok yang disediakan pun belum dimanfaatkan secara optimal.

Wakil Ketua DPRD, Titik Utami menjelaskan, ruangan rokok di sejumlah kantor instansi memang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Bahkan, terkesan mangkrak, karena memang banyak perokok yang memanfaatkannya.

“Padahal, dulu tentu sudah dianggarkan dan dibangun untuk menyediakan ruangan khusus perokok. Namun, sepertinya saat ini jarang yang menggunakannya,” jelas Titik, Senin (11/4/2016).

Titik menegaskan, banyak perokok aktif yang juga merokok sembarangan di angkutan kota (angkot). Padahal, penumpang angkot juga banyak yang merupakan perokok pasif.

Seharusnya, tegas Titik, para perokok bisa menghisap rokok mereka di ruang lain yang tidak mengganggu banyak orang.

“Kalau merokok di angkot itu kadang kasihan sama pelajar, ibu-ibu dan perokok pasif lainnya,” jelasnya. (*)

Penulis: ais
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved