Pertamina Terus Perbanyak Outlet Pertalite
Jumlah outlet penjualan Premium memang dimungkinkan berkurang jika melihat kondisi SPBU yang memiliki keterbatasan lahan maupun kapasitas tangki.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jumlah outlet penjualan Premium di Jawa Tengah dan DIY dimungkinkan akan semakin berkurang ke depannya.
Hal ini menyusul keinginan Pertamina untuk terus menambah outlet penjaja Pertalite dan Pertamax.
General Manager Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) IV Jateng-DIY, Kusnendar mengatakan, jumlah outlet penjualan Premium memang dimungkinkan berkurang jika melihat kondisi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang memiliki keterbatasan lahan maupun kapasitas tangki penyimpanan bahan bakar minyak.
Sementara, nozle atau pompa pengisian BBM jenis Pertalite dan Pertamax semakin meningkat.
“Kalau misalnya satu SPBU punya empat nozle Premium lalu yang dua unit diganti untuk pompa Pertalite dan Pertalite, otomatis untuk Premiumnya kan berkurang. Kalau mau nambah tangki dan nozle, dia ngga bisa karena keterbatasan lokasi dan tangki,” kata Kusnendar, Minggu (10/4/2016).
Hal ini menurutnya menjadi konsekuensi jika pihak SPBU ingin menambah produk baru yang dijajakan. Pengelola SPBU harus mengubah piping systems (sistem perpipaan) berikut kapasitas tangki penyimpanan stok BBM yang dimiliki.
Hal itu pada beberapa SPBU sulit dilakukan karena kondisi keterbatasan lahan.
Di sisi lain, Pertamina ingin terus memperluas penetrasi pasar dari Pertamax dan Pertalite dengan menambah jumlah outlet penjajanya. Kusnendar mengatakan saat ini ada sekitar 355 SPBU di Jateng dan DIY yang menjajakan Pertalite.
Termasuk di antaranya penambahan outlet sebanyak 50 unit pada triwulan pertama 2016. Adapun dari total 104 SPBU di DIY, SPBU yang menjajakan Pertamax sebanyak 100 unit dan Pertalite 47 unit.
“Tentunya kami ingin menambah jumlah outlet semaksimal mungkin. Varian produk dari pertamina ke depan kan juga bisa berubah lagi sesuai dinamika dan beberapa produk mungkin bisa diganti. Yang terpenting, semakin banyak SPBU memiliki tangki ataupun nozle, semakin fleksibel dia bisa menjual jenis BBM,” tukas Kusnendar. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pertalite_1408_20150814_093939.jpg)