Jika Tak Segera Berbenah, Tahun Ini Kota Yogya Terancam Gagal Raih Penghargaan Adipura

Pada tahun 2016 ini, penghargaan lingkungan tingkat nasional tersebut terancam tak didapatkan lagi

Jika Tak Segera Berbenah, Tahun Ini Kota Yogya Terancam Gagal Raih Penghargaan Adipura
TRIBUNJOGJA.com | DWI NOURMA HANDITO
Kondisi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang terletak di desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Rabu (30/12). TPST ini berdekatan dengan pemukiman penduduk yang terletak di Kecamatan Piyungan dan Pleret, penduduk mengeluhkan banyaknya lalat dan nyamuk dari TPST ini dalam beberapa waktu terakhir. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah dua tahun berturut-turut, Kota Yogyakarta luput mendapatkan Adipura.

Pada tahun 2016 ini, penghargaan lingkungan tingkat nasional tersebut terancam tak didapatkan lagi, apabila pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan belum juga berbenah.

Tak optimalnya pengelolaan sampah di TPA Piyungan memang menjadi salah satu penghambat dalam meraih Adipura kembali.

Pasalnya, nilai yang diraih oleh Kota Yogyakarta pada tahun lalu hanya 68, sementara penilaian minimal yang disyaratkan sebesar 72.

"Kami tengah mengupayakan untuk membenahi pengelolaan TPA Piyungan agar lebih baik lagi, salah satunya dengan menerapkan metode sanitary landfill yang lebih baik, kita membagi diri, staf kami akan bisa beriringan untuk bersama-sama membenahi TPA," ujar Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta, Suyana, Selasa (5/4/2016).

Menurut Suyana, pengelolaan yang dilaksanakan saat ini masih belum sesuai rekomendasi Adipura. Rekomendasi tepat untuk metode pengelolaan sampah di TPA Piyungan adalah menggunakan Sanitary Landfill.

Berbeda dengan metode Open Dumping, yang hanya membuang sampah begitu saja. Sanitary Landfill, menurutunya, merupakan metode lebih baik, sampah dipilah-pilah antara organik dan non-organik, kemudian dilakukan treatmen rutin setiap hari dengan penutupan menggunakan lapisan tanah.

"Selain itu, penyemprotan terhadap binatang penganggu seperti lalat juga dilaksanakan. Limbah cairan yang dikumpulkan, diolah dengan baik," ujar Suyana.

Pembenahan TPA Piyungan ini menurut Suyana mutlak dilaksanakan, apabila berkeinginan meraih Adipura kembali. Pasalnya, variabel bobot penilaanuya paling besar, adalah 8, kemudian penilaian pengelolaan pasar.

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved