Hanya Dihuni Hewan Liar, Zona Nuklir Chernobyl Belum Dapat Dihuni 24.000 Tahun ke Depan
Wilayah Belarusia dan Ukraina yang terdampak diperkirakan belum dapat dihuni manusia dalam waktu 24.000 tahun ke depan
Penulis: say | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Hampir 30 tahun ditinggalkan penduduknya secara permanen, zona terlarang yang terkontaminasi radiasi nuklir Chernobyl hanya dihuni oleh hewan liar.
Wilayah Belarusia dan Ukraina yang terdampak diperkirakan belum dapat dihuni manusia dalam waktu 24.000 tahun ke depan
Sejumlah tanda peringatan radiasi berwarna kuning dan merah terletak di beberapa tempat di bagian Belarusia yang terkontaminasi. Tidak hanya di sana, di sejumlah wilayah Ukraina juga masuk ke dalam wilayah terlarang.
Saat ini, daerah itu menjadi lahan perburuan predator seperti serigala dan elang. Burung hantu cokelat dan burung gagak terlihat bersarang di atap maupun cerobong asap, dari bangunan yang ditinggalkan pemiliknya.
Pada 26 April 1986, kegagalan tes di pabrik nuklir Ukraina, mengirim awan membara berbahan radioaktif ke sebagian besar wilayah Eropa. Akibatnya, 100.000 orang harus meninggalkan zona berbahaya secara permanen.
"Manusia tidak mungkin bisa tinggal di sana. Bahkan untuk 24.000 tahun ke depan," kata Menteri Ekologi Ukraina, Hanna Vronska seperti dikutip dari Reuters, Kamis (7/4/2016).
Zona berbahaya seluas 2.600 km persegi terdiri dari hutan, rawa dan padang. Dampak negatif radiasi nuklir pada hewan masih menjadi perdebatan.
Pasalnya, jumlah populasi serigala di sana tujuh kali lipat lebih banyak, dibanding di zona yang tak terkontaminasi. Hewan tersebut terkadang ke luar dari zona bahaya untuk mencuri sapi dari peternakan terdekat.
Bantuan internasional yang datang digunakan untuk membangun 30.000 ton penahan berupa lengkungan. Ini dilakukan untuk mencegah partikel yang lebih mematikan, ke luar dari situs reaktor nuklir selama 100 tahun ke depan.
Meskipun demikian, tidak ada yang dapat dilakukan untuk dekontaminasi pohon dan tanah yang berada dalam radius 30 km dari situs nuklir.
Pada Maret kemarin, pemerintah setempat memutuskan mengubah wilayah tak berpenghuni itu menjadi biosfer untuk menjadi pelindung dan sebagai cagar alam terbesar di Eropa. Ada pula rencana untuk menggunakan sebagian zona berbahaya menjadi tempat menyimpan limbah nuklir dan tenaga surya.
Kelompok tur kecil dapat mengunjungi zona ekslusi itu melalui sisi Belarusia maupun Ukraina dengan izin khusus pemerintah. Jalur masuk ke sana dijaga ketat untuk menghindari orang ilegal masuk. (*)