Paku Alam Anggap Gugatan Angling Tak Jelas

Dalam jawabannya Adipati Paku Alam menyebut gugatan pamannya itu tidak jelas bahkan kuasa hukum pun dipermasalahkan.

Paku Alam Anggap Gugatan Angling Tak Jelas
tribunjogja/hasansakrighozali
Jumeneng Dalem KBPH Prabu Suryodilogo menjadi KGPAA Paku Alam X. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Paku Alam X melalui kuasa hukumnya menjawab gugatan yang dilayangkan Anglingkusumo.

Dalam jawabannya Adipati Paku Alam menyebut gugatan pamannya itu tidak jelas bahkan kuasa hukum pun dipermasalahkan.

Pihaknya menyebut bahwa tergugat adalah Raden Mas Hario Bimo atau disebut KBPH Prabu Suryodilogo, bukan atas nama Paku Alam X. Lagi pula kartu tanda penduduk kini juga sudah berubah menjadi KGPAA Paku Alam X.

"Gugatan itu mewakili pribadi tergugat, bukan sebagai Paku Alam X," kata Herkus Wijayadi, pengacara Paku Alam X di PN Yogyakarta, Senin (4/4/2016).

Terkait tabungan dan deposito atas nama Paku Alam VIII dinyatakan bahwa uang senilai Rp 2.561.248.827 yang merupakan peninggalan di bank-bank menjadi masalah terpisah.

Perihal warisan itu sudah dibagikan ke keluarga baik untuk keluarga tergugat maupun penggugat.

“Lagi pula, tabungan dan deposito di dua bank dipermasalahkan, padahal dua bank yaitu Bank Bali dan Bank Bumi Daya sudah tidak beroperasi,” ucapnya.

Herkus menambahkan, soal lahan di beberapa wilayah yang diklaim sebagai warisan Pakualam juga tidak jelas batasnya dalam gugatan itu. Padahal jika menyebut luasan lahan harus ada bukti otentik soal lahan itu.

Penggugat yang merupakan paman tiri tergugat itu mengklaim Pakualaman mempunyai lahan (PAG) di Kulon Progo ada 21,4 hektar.

Sejumlah lahan di beberapa kecamatan di Kulon Progo ada 6.536.296 meter persegi. Di kota Yogyakarta ada 22.592 meter persegi.

Halaman
12
Penulis: vim
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved