Ahmad Dhani Ketakutan saat Temukan Granat

Benda yang mencurigakan ini ternyata adalah granat ranjau darat peninggalan zaman Belanda.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Agung Ismiyanto
ZAMAN BELANDA: Pelda Sholikin, Bamin Wanwil Koramil 20 Salaman Koidim 0705/Magelang dan anggota Polsek Salaman sedang mengecek temuan granat peninggalan jaman belanda di Dusun Kadiwongso RT04 RW 02 Desa Ngadirejo Kecamatan Salaman. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Ahmad Dhani (32), seorang tukang batu di Dusun Kadiwongso RT 04 RW 02 Desa Ngadirejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, kaget saat menemukan sebuah benda keras yang dibungkus dengan jaket berwarna hitam.

Benda yang mencurigakan ini ternyata adalah granat ranjau darat peninggalan zaman Belanda.

Informasi yang diperoleh Tribun Jogja, Ahmad menemukan benda peledak ini saat sedang menggali tanah untuk pondasi rumah. Kala itu, cangkulnya mengenai benda keras yang dibungkus dalam jaket.

Dia mencurigai sebuah bungkusan dalam jaket tersebut. Hal ini lantaran di dalam jaket yang sudah dimakan usia ini, terdapat sebuah benda berbentuk bulat, yang menyerupai seperti granat dengan berat sekitar 1,5 kilogram.

“Karena khawatir dan ketakutan akhirnya, Ahmad melaporkan ke kantor Koramil Salaman dan Polsek Salaman,” Pelda Solikhin, Bamin Wanwil Koramil Salaman, Selasa (5/4/2016).

Solikhin menjelaskan, pihaknya langsung memeriksa temuan ini. Dari identifikasi yang dilakukan pihaknya, benda itu adalah jenis ranjau darat yang merupakan alat peledak yang ditanamkan ke dalam tanah.

Benda ini akan meledak ketika disentuh atau diinjak oleh sebuah kendaraan, orang, atau binatang.

Menurutnya, pada zaman dahulu, ranjau darat ini digunakan untuk mengamankan daerah yang diperebutkan dan untuk membatasi pergerakan lawan dalam perang, karena senjata ini mempunyai efek merusak yang sangat hebat.

“Dari hasil pemeriksaan granat jenis ranjau darat tersebut merupakan peninggalan zaman Belanda" ungkapnya.

Pihaknya juga berterima kasih kepada warga yang sudah berkenan melaporkan kepada pihak yang berwajib, sehingga tidak terjadi hal yang membahayakan.

Pasalnya, tiga tahun lalu, ada warga Desa Ngadirejo pernah terkena ledakan granat.

Dalam hal ini, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Ngadirejo yang lokasinya sangat dekat dengan lapangan tembak milik Akademi Militer (Akmil), agar lebih berhati-hati.

Di wilayah tersebut, banyak prajurit yang berlatih menembak.

Kepala Desa Ngadirejo, Nur Khamid menjelaskan, barang temuan tersebut sudah diamankan oleh pihak berwajib. Sedangkan, di lokasi penemuan granat tersebut sudah aman dan warga sudah menjalankan aktivitasnya seperti semula.

“Kami juga berpesan kepada warga apabila mendapati hal yang sama segera laporkan ke pihak yang berwajib untuk segera ditindak lanjuti,” katanya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved