Kampung Banyuurip Tak Lagi Kumuh

Begitu kita masuk ke dusun tersebut, khsususnya di RT 2 dan RT 4, jalan paving blok tertata rapi dengan drainase di kanan kirinya

Kampung Banyuurip Tak Lagi Kumuh
Tribun Jogja/Anas Apriyadi
Jalanan kampung Banyuurip, Caturharjo, Pandak yang mendapatkan perbaikan dalam prgram PLPBK 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kegembiraan dirasakan warga Banyuurip, Caturharjo, Pandak yang lingkungan dusunnya menjadi lebih tertata rapi tak kalah dari pemukiman di kota-kota setelah mendapatkan bantuan program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK).

Begitu kita masuk ke dusun tersebut, khsususnya di RT 2 dan RT 4, jalan paving blok tertata rapi dengan drainase di kanan kirinya yang dilengkapi taman yang asri.

Kepala Pedukuhan Banyuurip, Kasidi dalam peresmian hasil program PLPBK di dusun tersebut pada Senin (4/4/2016) mengungkapkan kondisi yang ada di kampungnya saat ini sangat berbeda sebelum tersentuh program tersebut.

"Kemarin-kemarin dusun kami agak kumuh, jalannya becek, penerangan belum ada, kalau malam gelap dan air tanah dalam sumur keruh," tuturnya.

Realisasi program tersebut pun menurutnya berjalan tidak mudah dan membutuhkan waktu yang panjang.

Dengan pemetaan potensi dan permasalahan dari warga serta dibantu tenaga ahli untuk merancang konsep, akhirnya wajah dusunnya yang indah dapat terwujud.

Perubahan-perubahan pun juga sangat dirasakan oleh masyarakat.

"Di sini daerahnya tampungan air dari bukit-bukit di sini, setelah ada drainase, air yang dulunya meluap sampai masuk rumah sekarang sudah tidak lagi," terangnya.

Ketua Tim Inti Perencanaan Partisipatif (TIPP) PLPBK Desa Caturharjo, Untarto menjelaskan awal dari upaya mereka dimulai tahun 2014 dimana akan mendapat dana Rp1 miliar.

Namun mereka harus melengkapi persyaratan-persyaratan dan dokumen yang perlu dilengkapi. Meski sempat tersendat pencairannya, pada tahun 2015 akhirnya bisa terealisasi.

"Agustus 2015 akhirnya bisa cair dan kita bangun di Banyuurip," terangnya.

Pembangunan yang dilakukan menurutnya berupa pembangunan jalan paving blok, drainase, lampu dan taman, dua titik ruang pertemuan terbuka, pembenahan satu titik rumah tidak layak huni, pembangunan IPAL komunal di empat titik, dan lainnya.

"Di Banyuurip dari delapan desa di Bantul yang menerima program PLPBK bisa selesai lebih cepat, sehingga dapat Rp1 miliar lagi untuk pembangunan lanjutan," tuturnya. (tribunjogja.com)

Penulis: apr
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved