BNPT Lakukan Pengawasan Ketat Pergerakan 500 WNI dari Suriah yang Kembali ke Indonesia
Langkah ini ditempuh guna mengantisipasi adanya ancaman nyata terorisme yang diotaki ISIS.
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan pengawasan ketat pergerakan WNI yang pulang dari Suriah dan kembali ke Indonesia.
Langkah ini ditempuh guna mengantisipasi adanya ancaman nyata terorisme yang diotaki ISIS.
Pengawasan itu diperlukan setelah BNPT melakukan penyelidikan dan membuktikan adanya kemiripan modus operandi teror bom di Prancis, Brusel dan MH Tamrin Jakarta.
Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT, Kombespol Fachrudin, mengatakan terorisme itu bukan masalah dari satu negara saja tetapi sudah menjadi permasalahan global.
Ia menekankan kejadian teror di negara lain, bisa terjadi di negara Indonesia.
"Itu telah dibuktikan dalam kasus bom Tamrin, ada kesamaan dengan prancis. Dari hasil proses penyidikan di lapangan, ada perintah dari ISI di Suriah untuk melakukan hal yang sama di negera kita, mereka juga memberikan dukungan dana," jelas Fachrudin dalam rakor dan sharing informasi dalam rangka penanggulangan terorisme, Jumat (1/4/2016).
Terkait kesamaan modus tersebut, BNPT menekankan perlu adanya pengawasan ketat setiap pergerakan WNI eks Suriah yang kembali ke Indonesia. Hingga saat ini pihaknya mencatat ada sekitar 500 WNI yang kembali ke Indonesia.
Fachrudin mengatakan orang-orang yang berangkat ke Suriah sebelumnya melalui jalan-jalan yang tidak benar dan ikut berperang. Mereka biasanya memanfaatkan jaringan tenaga kerja, atau umroh.
Motivasi mereka ke Suriah dijelaskannya bisa dari faktor ekonomi, saling memiliki, dan sepaham.
"Untuk itu perlu pengawasan, monitoring dan jaringan komunikasi intelejen yang kuat. Kalau sudah bisa mendeteksi, sepanjang mereka tidak melakukan kejahatan atau aksi teror ya tidak apa-apa. Yang harus diwaspadai apabila mereka menyebarkan ajaran-ajaran radikal. Kalau jelas (terbukti) tangkap," tegasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/terorisme_0104_20160401_182527.jpg)