Perbarindo DIY Berharap Suku Bunga Penjaminan Menurun

Diharapkan suku bunga kredit BPR juga akan menurun dan mendorong pertumbuhan penyaluran kreditnya.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Persatuan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) berharap tingkat suku bunga penjaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bisa diturunkan dalam waktu dekat.

Dengan begitu, diharapkan suku bunga kredit BPR juga akan menurun dan mendorong pertumbuhan penyaluran kreditnya.

Ketua Perbarindo DIY, Ascar Setiyono mengatakan, besaran suku bunga penjaminan itu memiliki dampak yang sensitif terhadap kinerja BPR, terutama dari sisi penyaluran pembiayaan.Hal ini berbeda dengan bank umum yang lebih terpenagruh oleh perubahan tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI Rate).

Ascar mengatakan, jika tingkat suku bunga penjaminan menurun, biaya dana (cost of fund) juga akan menurun dan BPR akan bisa menawarkan nilai penjaminan maksimal pada nasabah.

"Ini kaitannya dengan DPK (Dana Pihak Ketiga) kita yang selama ini acuannya ke aturan LPS itu. Dampaknya tentu ke penyaluran kredit. Namun kita belum tahu kebijakan LPS nanti seperti apa, sepertinya kecenderungannya memang akan turun," kata Ascar, Senin (28/3/2016).

Berdasarkan data statistik perbankan yang dirilis Bank Indonesia, periode September 2015 hingga Februari 2016, total nilai aset BPR konvensional di DIY mencapai Rp4,76 triliun.

Adapun nilai kredit yang disalurkan mencapai Rp2,72 triliun sementara DPK yang terhimpun mencapai Rp3,59 triliun per Februari 2016. Adapun rata0rata suku bunga kredit umum BPR di DIY disebut Ascar saat ini berkisar pada lebel 1-1,25 persen per bulan.

Ascar mengaku pihaknya akan menunggu keputusan lebih lanjut dari LPS terkait suku bunga penjaminan. Sangat dimungkinkan suku bunga BPR nantinya juga akan turun.

Hal ini menurut Ascar juga harus disikapi secara positif oleh pelaku industri BPR untuk kebutuhan jangka panjang.

Pasalnya, saat ini masyarakat diberikan banyak pilihan suku bunga murah. Untuk tetap bisa ambil bagian dari pasar yang ada, pelaku industri BPR musti sigap.

Namun begitu, jikapun suku bunga di kemudian hari ada penurunan, pihaknya tidak serta merta bisa langsung turut melakukan penurunan suku bunga kredit.

Perubahan akan dilakukan secara bertahap sembari menunggu jatuh tempo tiap akun kredit yang ada.

"Memang butuh waktu untuk menyesuaikan, tidak bisa langsung turun," kata dia.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved