Ketika Bom Bunuh Diri Meledak, Anak-anak Histeris dan Berlarian

"Saya menyaksikan daging manusia menempel di tembok-tombok rumah kami. Orang-orang menangis, dan saya lalu mendengar suara ambulan di kejauhan."

Ketika Bom Bunuh Diri Meledak, Anak-anak Histeris dan Berlarian
AFP
Anggota keluarga dan petugas medis membawa seorang wanita yang terluka akibat serangan bom bunuh diri ke rumah sakit di Lahore, Pakistan, 27 Maret 2016. Sekitar 69 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan tersebut. 

TRIBUNJOGJA.COM, LAHORE - Aksi serangan bom bunuh diri di sebuah taman di Kota Lahore, saat perayaan Paskah, Minggu (27/3/2016) disaksikan oleh banyak saksi mata.

Para saksi mata itu umumnya mengungkapkan cerita yang sama. Mereka menyebut, anak-anak berteriak histeris dan berlari ke sana ke mari ketika bom tiba-tiba meledak.

Sementara, sejumlah orang lain berupaya menggendong dan menyelamatkan yang terluka.

"Kami memang datang ke taman itu untuk merayakan Paskah. Tiba-tiba ada ledakan. Saya melihat bola api besar mengudara menyusul ledakan itu," kata Arif Gill, salah satu saksi korban berusia 53 tahun, seperti dikutip Kantor Berita AFP, Senin (28/3/2016).

Arif mengaku, ada empat sampai enam anggota keluarga dia yang terluka. "Dua dalam kondisi kritis sekarang," kata dia.

"Ini bukan serangan melawan umat Kristen. Ini serangan untuk kemanusiaan. Banyak umat Muslim yang juga menjadi korban. Sebab, semua orang memang datang ke taman itu juga untuk berekreasi," kata dia lagi.

Sementara itu, Javed Ali, seorang pemuda berusia 35 tahun yang tinggal di seberang taman tersebut mengatakan, ledakan bom menyebabkan kaca-kaca rumahnya hancur.

"Kira-kira 10 menit setelah ledakan, saya baru berani keluar rumah. Saya menyaksikan daging manusia menempel di tembok-tombok rumah kami. Orang-orang menangis, dan saya lalu mendengar suara ambulan di kejauhan," kata dia.

Sejumlah korban yang terluka adalah anak-anak. Mereka dilarikan ke RS Jinnah di Lahore. para petugas medis mengungkapkan, umumnya korban mengalami luka di kaki, tangan, dan wajah. (kompas.com)

Editor: oda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved