Belarus Terus Tingkatkan Perdagangan dengan Indonesia

Meski memiliki hubungan yang relatif baru terjalin, namun hubungan antara Belarus dan Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang positif.

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: oda
hsh.co.id
Ilustrasi ekspor-impor 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Meski memiliki hubungan yang relatif baru terjalin, namun hubungan antara Belarus dan Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang positif, misalnya dalam perdagangan.

Karena itulah, Indonesia dipandang sebagai negara tujuan dagang yang strategis untuk Belarus.

Hal tersebut disampaikan Duta Besar Belarus untuk Indonesia, Vladimir Lopato Zagorsky, ketika memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa jurusan hubungan internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, Selasa (22/10/2016), di ruang seminar timur Fisipol.

Kuliah umum tersebut bertajuk ‘Posisi Republik Belarus dalam menjalin hubungan internasional dan kemitraan strategis dengan Indonesia.'

Zagorsky mengungkapkan, Indonesia merupakan satu dari beberapa negara yang menjadi tujuan dagang yang paling strategis bagi Belarus.

Berdasarkan dari nilai volume perdagangan, posisi Indonesia berada di peringkat 41 dari 174 negara yang menjalin hubungan dagang dengan Belarus.

“Nilai volume perdagangan mencapi 193,7 juta dollar, naik 0,6 persen dibanding tahun lalu,” kata Zagorsky.

Lebihi lanjut Dubes menjelaskan, Indonesia merupakan pangsa pasar yang potensial bagi produk ekpor Belarus diantaranya produk berupa alat pertanian seperti traktor, pupuk pertanian, dump truck dan produk teknologi digital.

Sementara dari Indonesia banyak ekspor produk pertanian, tekstil dan hasil hutan seperti kakao, kopi, tekstil, sepatu, alat musik dan kertas.

“Ada sekitar 200-an produk dari Indonesia yang dijual ke Belarus,” ungkapnya.

Dari sisi hubungan antara kedua negara, lanjutnya, hubungan diplomatik dengan Indonesia sudah dimulai sejak 1993 namun kantor kedutaan Besar Belarus di Jakarta baru dibangun 2011 lalu.

“Sudah ada 24 hasil kerja sama yang ditandatangani dalam berbagai aktivitas di bidang ekonomi, perdagangan dan sebagainya. Baru-baru ini Belarus juga membangun kantor konsulat di Surabaya,” tuturnya.

Meski sudah menjalin hubungan dagang dengan para pengusaha di Indonesia, Zargosky mengatakan pihaknya tengah menjalin bentuk kerja sama lainnya di bidang iptek dan ekonomi digital.

Dari hasil kunjungan presiden Jokowi ke Silicon Valley, Amerika Serikat, salah satu perusahaan multinasional dari Belarus, Fenox Venture Capital, telah menanamkan investasi dengan para bisnis pemula atau start up di Indonesia.

“Sudah ada ada 6 project untuk bisnis start up yang nilai investasinya masing-masing 50 ribu dollar,” paparnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved