Ini Penuturan Presiden Brajamusti Terakit Bentrok dengan Warga
Awalnya, rombongan besar sudah berjalan melewati daerah Sekarsuli dan sama sekali tidak terjadi apa-apa
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Azka Ramadhan
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Terkait bentrok antara anggota wadah suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti, dengan warga di daerah Jalan Wonosari Km 8, Sekarsuli, Berbah, Sleman, pada sore tadi, Minggu (20/3/2016), langsung diklarifikasi oleh Presiden Brajamusti, Rahmat Kurniawan.
Dituturkan oleh Rahmat yang juga berada di tempat kejadian perkara, bahwa rombongan Brajamusti sore tadi tengah berjalan pulang ke arah Yogyakarta usai menghadiri acara ulang tahun salah satu laskar, yang berlangsung di daerah sebelah timur Kidsfun.
"Awalnya, rombongan besar sudah berjalan melewati daerah Sekarsuli dan sama sekali tidak terjadi apa-apa. Namun, saat rombongan terakhir yang jumlahnya jauh lebih kecil lewat, barulah terjadi pelemparan dari dalam gang kampung," terangnya.
Kembali dijelaskan oleh Rahmat, bahwa pelemparan itulah yang kemudian membuat rombongan Brajamusti turun dan melakukan pembelaan.
Sebelum akhirnya keluar warga dengan jumlah yang lebih banyak sembari membawa bermacam jenis senjata, baik tumpul dan tajam.
"Setelah itu, kami mundur ke barat, tapi malah muncul provokasi lagi berupa ejekan dan lemparan batu. Praktis, sebagian anak-anak kembali terpancing sehingga terjadi saling berbalas lemparan batu," kata Rahmat.
Bentrok antara anggota Brajamusti dan warga Sekarsuli baru berakhir setelah polisi mulai berdatangan dan mengamankan tempat kejadian perkara.
Tercatat, beberapa kaca dan genteng bangunan di sekitar lokasi bentrok menjadi tumbal. Sedangkan korban luka dari kedua kubu juga berjatuhan. (tribunjogja.com)