Inilah Wajah Enam Nenek Generasi Terakhir Penanam Padi di Kota Yogya

Rata-rata usia mereka sudah lebih dari 50 tahun dan termuda dari mereka berusia 65 tahun

Inilah Wajah Enam Nenek Generasi Terakhir Penanam Padi di Kota Yogya
TRIBUNJOGJA.COM | Hasan Sakri Ghozali
Mbah Medi, Mitro, Prawiro, Rejo dimulyo, Adi ngatiyem dan Bu Badi generasi terakhir penanam padi di Kota Yogya, 10/3/2016. 

Laporan Fotografer Tribun Jogja | Hasan Sakri Ghozali

TRIBUNJOGJA.COM, JOGJA - Peralihan fungsi lahan pertanian untuk pemukiman di Yogyakarta nyata terjadi. Keadaan itu diperparah dengan tak ada regenerasi pengelola sawah tanah di Yogya.

Contoh kasus, untuk wilayah Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, para penanam padi yang tersisa hanya berjumlah enam wanita usia lanjut.

Rata-rata usia mereka sudah lebih dari 50 tahun dan termuda dari mereka berusia 65 tahun.

Mereka antara lain Mbah Medi, Mitro, Prawiro, Rejo dimulyo, Adi ngatiyem dan Bu Badi.

Semua generasi terakhir dari penanam padi di Kota Yogya itu biasanya menjadi penanam padi untuk lahan seluas 12 hektar.

Fakta itu terungkap saat acara Panen Raya (ubinan) & Peresmian Penggunaan Mesin Penggilingan Padi (RMU) di Jalan Pangeran, Wirosobo Yogyakarta (Barat RS Wirosaban ke Selatan). (*)

Penulis: san
Editor: iwe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved