Jelang UN, 9.462 Siswa Bantul Mulai Ikuti Ujian Sekolah

Siswa kelas XII SMA/SMK/MA sederajat di Bantul hari ini Senin (7/3) mulai menjalani Ujian Akhir Sekolah (UAS)

Penulis: apr | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/ Cahyo Nugroho
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Siswa kelas XII SMA/SMK/MA sederajat di Bantul, Senin (7/3/2016), mulai menjalani Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang akan menjadi salah satu kriteria penentu kelulusan selain Ujian Nasional (UN).

Kasi Data dan Informasi Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal (Dikmenof) Bantul, Istadi menjelaskan ujian akan berlangsung dari 7 Maret-15 Maret 2016 pada sekitar 35 SMA, 49 SMA, dan 12 MA yang ada di Bantul.

"Ujian sekolah nanti akan mendukung kelulusan, nilai-nilainya akan digabungkan dengan ujian nasional dan rapot untuk memperhitungkan kelulusan," ujarnya pada Senin (7/3/2016).

Pihaknya menurutnya juga tengah menyiapkan untuk mengumpulkan pihak sekolah mengenai bagaimana cara melakukan entri nilai ujian sekolah dan rapot menjadi satu bagian yang diperhitungkan bersama UN.

Jumlah siswa jelas XII SMA/SMK/MA yang mengikuti ujian sekolah di Bantul menurutnya sebanyak 4.953 siswa SMK dan 4509 siswa SMA/MA atau total 9452 siswa.

Dinas menurutnya berharap agar hasil ujian sekolah kali ini hingga ujian nasional bisa lebih baik dan meningkat dibanding tahun kemarin, dengan berbagai persiapan yang juga telah disiapkan.

Pihaknya juga menghimbau agar sekolah dan juga siswa bisa menjalani ujian sekolah dengan jujur untuk mendapatkan hasil terbaik.

Diakuinya ada potensi mendongkrak nilai dengan penilaian di sekolah, hal tersebut secara moral dihimbau agar dihindari.

"Kita kedepankan kejujuran, kita usahakan area putih di Bantul, secara moral," ujarnya.

Sebelum UN utama yang digelar pada 4-6 April nanti, menurutnya yang telah berjalan saat ini juga ujian perbaikan bagi siswa yang pada UN 2015 nilainya masih belum kurang.

Menurutnya walaupun kelulusan di Bantul 100 persen, ada sekitar 48 siswa yang nilainya hanya sedikit di atas batas kelulusan sehingga diberi kesempatan untuk memperbaiki.

"Dari 48 yang daftar ulang (ikut ujian) hanya sembilan, hambatannya banyak yang sudah kerja," tuturnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved