Buku Ini Dinilai Resahkan Warga Bantul

Keberadaan buku itu dianggap meresahkan sebagian masyarakat.

Penulis: apr | Editor: Muhammad Fatoni
tribunjogja/anaspariyadi
Komandan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) NU Bantul memperlihatkan buku yang diprotes mereka karena disebarkan Dinsos Bantul kepada Kaum Rois. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Beredarnya buku pegangan bagi kaum rois yang disebarkan Dinas Sosial (Dinsos) Bantul mendapat protes keras dari organisasi masyarakat (ormas) dan DPRD Bantul.

Pasalnya keberadaan buku itu dianggap meresahkan sebagian masyarakat.

Protes tersebarnya buku berjudul 'Sunnah-Sunnah Setelah Kematian' tersebut disuarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bantul.

Katib Syuriyah PCNU Bantul, KH Damanhuri mengungkapkan, protes dilakukan menanggapi keresahan kaum rois di empat kecamatan di Bantul yang tersinggung dengan sebagian isi buku tersebut.

"Yang jadi tradisi-tradisi pekerjaan kaum rois itu kok justru dihantam buku seperti ini," katanya, Selasa (8/3/2016).

Beberapa bab dalam buku tersebut menurutnya, malah mendiskreditkan berbagai amalan yang sudah menjadi tradisi sosial-keagamaan sebagian besar masyarakat di Bantul, seperti tahlilan, kenduri peringatan kematian dan lainnya.

Padahal pada tradisi-tradisi tersebutlah kaum rois memiliki tempatnya.

Selengkapnya simak di halaman 5 Tribun Jogja edisi Rabu (9/3/2016). (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved