Polisi Tangkap Pengirim SMS Berisi Teror Bom

Setelah dilakukan penyisiran secara menyeluruh, petugas tak menemukan bom atau bahan peladak lainnya di sekolah itu.

Polisi Tangkap Pengirim SMS Berisi Teror Bom
tribunjogja/santoari
Jajaran Reserse Kriminal Polres Sleman menangkap pelaku teror ancaman bom dalam kejadian yang berlangsung Rabu (3/2/2016) silam di Jogja Green School, Jambon, Trihanggo, Gamping. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jajaran Reserse Kriminal Polres Sleman menangkap pelaku teror ancaman bom dalam kejadian yang berlangsung Rabu (3/2/2016) silam di Jogja Green School, Jambon, Trihanggo, Gamping.

Dalam kasus tersebut tersangka mengirimkan SMS kepada suami kepala sekolah Jogja Green School dan mengatakan bahwa sudah ada bom yang terpasang di sekolah tersebut.

Akibat kejadian itu, proses belajar harus dihentikan dan para murid harus dievakuasi ke tempat yang aman selagi tim dari Polres Sleman dan Gegana Polda DIY melakukan penyisiran.

Setelah dilakukan penyisiran secara menyeluruh, petugas tak menemukan bom atau bahan peladak lainnya di sekolah itu.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar mengatakan, setelah pihaknya mendapat laporan, polisi langsung memburu pelaku teror dengan menyelidiki orang-orang yang memiliki hubungan dengan korban.

Dari serangkaian penyelidikan yang memakan waktu hampir satu bulan, penyidik akhirnya menemukan titik terang dan mengantongi identitas pelaku teror.

Adalah seorang warga Ngaglik, Sleman bernama Yusuva (36) merupakan pelaku teror dan saat ini sudah meringkuk di sel tahanan Polres Sleman.

"Kita menangkap tersangka 1 maret kemarin di rumahnya, dan menemukan barang bukti berupa hp (handphone) merek nokia yang digunakan untuk mengirimkan SMS teror ke pihak sekolah," jelas Sepuh, Kamis (3/3/2016).

Setelah petugas melakukan interogasi terhadap tersangka, ia mengakui bahwa memang dirinya yang memberikan SMS ancaman kepada Wisnu Baroto, suami kepala sekolah Jogja Green School, yang bertulis "Selamat pagi bapak yang terhormat, silakan evakuasi anak-anak karena bom sudah terpasang di sekolah istri anda. Silakan mau percaya atau tidak. JIHAD KEBATILAN".

Untuk menghilangkan alat bukti, tersangka Yusuva telah membuang sim card yang ia pakai untuk SMS pihak sekolah. Sepuh membeberkan, sim card tersebut dibuang tersangka di seputaran selokan mataram jalan magelang.

"Kami melakukan penyesirian sejauh kira-kira 200 meter dan menemukan sim card di pinggir jalan dan sudah tertutup daun dan sampah. Setelah dicoba ternyata itu benar sim card milik tersangka," jelas Sepuh.

Dari pemeriksaan, terungkap bahwa tersangka mengirimkan sms teror dengan latar belakang sakit hati. Sebelumnya tersangka meminjam BPKB kepada korban yang digunakan sebagai jaminan pinjaman uang sebanyak Rp 5 juta.

"Ia sakit hati karena selalu ditagih, akhirnya ia nekat mengirimkan sms teror untuk menakuti-nakuti dan membuat panik korban," jelas Sepuh. (tribunjogja.com)

Penulis: nto
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved