Diskusi Publik Menyikapi Konflik Sosial, dan Keagamaan Gafatar
Justru saat-saat seperti ini dianggap sebagai waktu yang tepat untuk kembali mengupas permasalahan Gafatar.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Seiring berjalannya waktu, kabar mengenai Gafatar tenggelam dan tak terdengar lagi gaungnya.
Walau demikian, bukan berarti Gafatar sudah tuntas dan tidak meninggalkan permasalahan apapun. Justru saat-saat seperti ini dianggap sebagai waktu yang tepat untuk kembali mengupas permasalahan Gafatar.
Hak tersebut membuat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga menyelenggarakan diskusi publik yang bertajuk Menyikapi Konflik Sosial, dan Keagamaan Gafatar di Convention Hall lantai 1, Rabu (24/2/2016).
Pembicara yang hadir dalam diskusi tersebut adalah KH Muhammad Yusuf Chudlori (Budayawan), Dr Zuly Qodir (Pendiri Forum Persaudaraan Umat Beriman Yogyakarta), M Ainul Yakin (Lembaga Bantuan Hukum Indonesia), dan Salamun Ali Mafadz (Pelapor Khusus), Muhammad Taufik (Forum Silaturahmi Korban Gafatar).
"Gafatar itu 100 persen penebar aliran sesat tapi berkedok organisasi masyarakat," jelas Taufik, pria yang mengatakan anak perempuannya diculik secara halus oleh Gafatar.
Selain diskusi publik tersebut, di penghujung acara juga akan diadakan launching Senat Studies Center. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/diskusi-gafatar_20160224_110750.jpg)