Breaking News:

BPD DIY Optimis Spin Off Unit Usaha Syariah Terealisasi Sebelum 2023

Unit Usaha Syariah (UUS) di Bank BPD DIY terus menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Unit Usaha Syariah (UUS) di Bank BPD DIY terus menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan.

Untuk itu, jajaran pimpinan Bank BPD DIY optimis spin off alias pemisahan UUS dari bank umum konvensional (BUK) bisa terrealisasi sebelum target yang ditetapkan yakni 2023. Untuk itu BPD pun terus melakukan persiapan.

Direktur Utama BPD DIY, Bambang Setiawan mengatakan, pada 2015 lalu UUS di pihaknya terus menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan karena bisa melampaui pertumbuhan rata-rata nasional.

Untuk itu pihaknya konsisten mendorong pertumbuhan UUS ini.

Menurut Bambang, hingga 2015 UUS BPD DIY sukses menghimpun dana hingga Rp 295,6 miliar. Sementara pembiayaan yang disalurkan mencapai Ro 336,5 miliar.

Dari sisi persentase, pertumbuhan pembiayaan mencapai 12,79 persen, Dana pihak ketiga 37,5 persen dan aset 36 persen.

"Melihat pertumbuhan yang mengesankan ini, kami terus melakukan penyetoran modal sebesar Rp 50 miliar setiap tahunnya ke UUS. Diharapkan, pada 2023, sesuai target, telah ada modal Rp 500 miliar sehingga bisa spin off. UUS pun bisa menjadi bank syariah. Namun kalau bisa, tentu sebelum itu," kata Bambang, Rabu (17/2/2016).

Pada UUS BPD DIY yang akan berulangtahun ke-9 pada 19 Februari 2016 ini, lanjut Bambang, telah memiliki corporate plan hingga 2020.

Setelah milad tersebut, pihaknya akan terus menyempurnakan sistem organisasi di UUS.

"Kami tata, kami siapkan agar ketika berpisah sudah siap selayaknya suatu bank. Ketika berpisah, unit pun sudah bisa berjalan sendiri," imbuhnya.

Selain penyiapan secara organisasi, perluasan jaringan pun terus dilakukan. Bambang menjelaskan, cabang UUS ini juga dikembangkan hingga ke Sleman, Bantul, dan Wates.

Blue print dalam bentuk produk pun telah disiapkan.

"Berbagai sistem penunjang misalnya mobile banking syariah hingga internet banking akan dilengkapi. Kami juga akan berupaya menjadi bank syariah penerima setoran ONH. Juga untuk pembiayaan kami akan ke pembiayaan besar namun melalui sindikasi. Juga, kredit untuk consumer juga," paparnya. (tribunjogja.com)

Penulis: Rento Ari Nugroho
Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved