Tim Pra-PON DIY Ditinggal Sejumlah Pilar
Persiapan tim besutan Seto Nurdiantara tersebut dipastikan semakin terancam jelang kualifikasi PON XIX 2016, yang rencananya akan berlangsung Maret.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketidakjelasan jadwal yang cukup lama melanda lanjutan Pra-PON cabang olahraga sepak bola, secara tidak langsung membuat persiapan para kontestannya menjadi terbengkalai.
Termasuk juga tim sepak bola Pra-PON DIY, yang harus merelakan sejumlah pilarnya kembali tersebar memperkuat tim masing-masing.
Persiapan tim besutan Seto Nurdiantara tersebut dipastikan semakin terancam jelang kualifikasi PON XIX 2016, yang rencananya akan berlangsung bulan Maret mendatang, di Bandung, Jawa Barat.
Bagaimana tidak, sejumlah pemainnya harus absen untuk beberapa saat, jikalau pemusatan latihan digelar lagi nantinya.
Terakhir, duo gelandang Saddam Sudarma Hendra dan Hendika Arga Permana, masuk radar incaran Persiba Balikpapan, yang tengah mempersiapkan tim untuk Piala Gubernur Kaltim.
Bahkan, keduanya sudah turun di laga uji tanding klub berjuluk Beruang Madu itu, kala menghadapi tim Pra-PON DIY, pada Selasa (16/2/2016), di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.
Namun, dari dua nama tersebut, kabarnya hanya Saddam saja yang masih diberi kesempatan untuk melanjutkan kiprahnya.
"Keduanya punya kualitas bagus, tapi kemungkinan Saddam yang akan kami bawa, sementara Arga sepertinya kami tinggal dulu," ujar pelatih Persiba Balikpapan, Eduard Tjong.
Walau begitu, belum ada deal ataupun kepastian bagi mantan pemain Persiba Bantul tersebut untuk berlabuh di Persiba Balikpapan, mengingat jajaran tim pelatih dan manajemen masih ingin melihat kemampuannya lebih lanjut, di laga uji tanding menghadapi Madura United, yang kemungkinan bakal dilangsungkan pada 20 Februari mendatang.
Seperti yang dituturkan oleh Saddam, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Rabu (17/2/2016).
"Belum ada deal, besok masih ikut main ke Madura, lawan Madura United, kata coach Edu masih nunggu hasil setelah pertandingan itu dan nanti malam saya sudah mulai gabung dengan tim," paparnya.
Sebelumnya, tim Pra-PON DIY sudah lebih dulu dipastikan kehilangan salah satu gelandang jangkar andalannya, Candra Luckmana, yang terdaftar menjadi bagian dari skuat PSS Sleman, yang akan berlaga di Bali Island Cup, mulai 18 hingga 23 Februari, di Pulau Dewata, Bali.
Meski harus kehilangan sejumlah pemain pilarnya, terutama di sektor tengah, Seto Nurdiyantara tetap menyikapinya dengan tenang.
"Tidak masalah jika mereka mendapat tawaran dari klub lain, sebelum laga menghadapi Persiba lalu juga saya tekankan pada pemain untuk mengesplorasi kemampuannya, dengan harapan bisa dilirik oleh tim lawan," ujarnya.
"Toh, sejak ketidakjelasan dan kisruh mengenai jadi atau tidaknya Pra-PON, kami sudah kesulotan mengumpulkan pemain kerena mereka terpencar-pencar dan kami tentu tak memiliki hak untuk melarang para pemain. Bahkan, tim baru terkumpul ketika ada uji tanding saja saja, itupun sangat jarang full team," imbuh mantan juru racik strategi PSIM Yogyakarta tersebut. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sepakbola_20151029_135118.jpg)