Wali Murid Belajar Tembang Dolanan dan Permainan Tradisional
Kegiatan yang dikemas dalam workshop penguatan pembelajaran berbasis budaya ini menghadirkan pakar permainan anak tradisional.
Penulis: Sulistiono | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sulistiono
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wali murid Kelompok Bermain dan TK Lab Pedagogia belajar tembang dolanan dan permainan anak tradisional, Sabtu (13/02/2016), pukul 10.30 WIB.
Kegiatan yang dikemas dalam workshop penguatan pembelajaran berbasis budaya ini menghadirkan pakar permainan anak tradisional, Saridal SPd, dan pakar pendidikan anak usia dini, Tyasna Tamtama SPd.
Selama workshop wali murid diajari permainan anak tradisional, semisal, Uler Keket, Bethet Thing Thong, Kacang Goreng, Dolerung, Sambel Dulit.
Sedangkan tembang dolanan yang diajarkan, antara lain, Sluku-sluku Bathok, Padhang Bulan.
"Zaman sekarang ini jarang anak kecil yang melakukan permainan tradisional. Anak kecil sekarang sudah pegang gadged," ujar pakar permainan anak tradisional, Saridal SPd.
Menurut dia, permainan tradisional memiliki nilai pendidikan, misalnya menghitung pada permainan Kubuk, atau nilai gotong royong dalam permainan Aja Ndomblong.
Seorang wali murid, Yuni, mengatakan, workshop ini sangat bermanfaat bagi orangtua untuk mengarahkan anak agar bisa bermain tanpa meninggalkan budaya daerahnya.
"Melalui permainan tradisional maupun tembang dolanan, kita bisa ikut melestarikan budaya nusantara," katanya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/isi-materi_20160213_120501.jpg)