PSIM Yogyakarta

Enam Tahun Jumat Kelabu PSIM

Tanggal 12 Februari menjadi waktu yang masih diingat oleh sebagian besar suporter PSIM Yogyakarta, terutama kelompok Brajamusti.

jogjabiru.wordpress.com

Laporan Reporter Tribun Jogja, Susilo Wahid Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA - Tanggal 12 Februari menjadi waktu yang masih diingat oleh sebagian besar suporter PSIM Yogyakarta, terutama kelompok Brajamusti.

Di tanggal inilah, dahulu peristiwa kelam dan memilukan pecah di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta kala PSIM bertemu tim tetangga PSS Sleman.

Aura rivalitas antara PSIM dan PSS ketika itu memang sudah ada. Namun bukan hal itu yang menjadi permasalahan utamanya.

Melainkan aksi oknum suporter tim berjuluk Laskar Mataram yang tak dibenarkan lalu berujung respon aparat kala itu kepada suporter PSIM yang disebut-sebut berlebihan.

Laga PSIM kontra PSS berjalan menarik hingga petaka muncul sekitar menit 60 ketika skor sama kuat 1-1.

Adalah salah satu oknum suporter yang berada di barisan Brajamusti melempar batu ke lapangan. Kontroversi muncul karena batu tersebut kabarnya mengenai anggota Brimob yang sedang bertugas.

Dari situlah semua berawal. Aparat Brimob berusaha memukul mundur Brajamusti sampai menembakkan gas air mata ke arah kerumunan.

Bertubi-tubi tembakan dilepaskan membuat suporter PSIM utamanya Brajamusti kocar-kacir. Sedangkan akses keluar stadion kecil karena hanya satu pintu yang dibuka.

Tak sampai di sini, gesekan kembali terjadi ketika aparat Brimob berusaha membubarkan kerumunan Brajamusti yang berada di Kompleks Wisma PSIM juga dengan tindakan keras.

Pemain PSIM kala itu, Marjono juga tak luput dari pukulan rotan petugas. Beruntung, kedatangan aparat TNI ke lokasi bisa mengurangi tensi.

Enam tahun berlalu. Uniknya kali ini 12 Februari 2016 jatuh pada hari Jumat, hari yang sama ketika tragedi pecah pada hari Jumat, 12 Februari 2010.

Sebuah tragedi yang perlu diingat bukan hanya dari sisi peristiwa namun juga makna. Agar suporter selalu menjaga sikap dan aparat yang bertindak seperlunya.

Enam tahun sudah sejak saat itu PSIM berjuang bersama suporter setia mereka untuk tetap berdiri di atas rumput lapangan hijau berpayung Kompetisi.

Sedangkan Stadion Mandala Krida, saksi bisu peristiwa kini perlahan mulai merias diri, menghilangkan sisa visual kejadian namun bukan sejarahnya.

Sayang, perjuangan PSIM saat ini terhenti bukan karena internal tim namun karena faktor induk organisasi PSSI dan Kemenpora yang masih berselisih.

Sedangkan Stadion Mandala Krida belum 100 persrn tuntas direnovasi. Harapannya, semua segera membaik dan PSIM kembali berjaya di markas 'baru' yang lama. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved