Stabilkan Harga Beras, Operasi Pasar Digelar
Sebanyak 13 ton beras cadangan pemerintah atau setara beras medium dari Bulog akan dialokasikan di 17 titik lokasi kecamatan
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre DIY kembali menyelenggarakan Operasi Pasar (OP) murni beras untuk tahap pertama di tahun 2016.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta, Sri Harnani, menuturkan, OP murni beras akan dilaksanakan pada 17 titik lokasi di tiap Kecamatan dan dua pasar di Kota Yogyakarta, mulai Kamis ini (11/2/2016) sampai Selasa depan (23/2/2016).
"Tujuan OP ini untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Walaupun saat monitoring pasar, harga beras cenderung stabil.Namun OP dilaksanakan untuk kestabilan harga secara berkelanjutan," ujar Sri Harnani.
Sebanyak 13 ton beras cadangan pemerintah atau setara beras medium dari Bulog akan dialokasikan di 17 titik lokasi kecamatan, ditambah dua ton beras di dua pasar, Pasar Serangan dan Pasar Kotagede.
Harga beras yang ditawarkan per kilogram sesuai dengan Harga Ecertan Tertinggi Cadangan Beras Pemerintah adalah Rp7.500 dan akan dijual dengan kemasan lima kilogram dengan harga Rp37.500.
"Sudah dimulai sejak Kamis, pertama di Gondokusuman, kemudian selanjutnya secara bertahap di tiap kecamatan dengan rata-rata jumlah sebanyak 1 ton per lokasi," ujar Sri.
OP murni beras dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun pada Feburari, Agustus, dan Desember melalui koordinasi dari Disperindagkop DIY dan Bulog.
Harga yang ditawarkan lebih murah dari harga beras di pasaran, karena telah disubsidi sebelumnya oleh Pemerintah. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/beras_hdfdhsf_20160211_200253.jpg)