Dua Rumah di Lereng Menoreh Diterjang Longsor
Akibat peristiwa ini, sembilan jiwa terpaksa harus mengungsi di rumah warga lainya.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Rohmiati (29) mengaku kaget bercampur takut saat tebing sepanjang 30 meter, dengan ketinggian 3 meter dan ketebalan 2 meter, longsor menerjang rumahnya dan tetangganya.
Kala itu, Warga Dusun Kranjang Lor 1, Desa Sidosari, Kecamatan Salaman, langsung menggigil karena mengingat kedua orang tuanya berada di dalam rumah.
Akibat longsor tersebut, dua rumah milik Sarmadi (80) dan Jarodin (63), rusak terkena material. Dinding tersebut jebol akibat tergerus material longsor yang terjadi, Rabu (10/2/2016) malam.
Akibat peristiwa ini, sembilan jiwa terpaksa harus mengungsi di rumah warga lainya.
“Saya kaget dan menggigil melihat longsoran tanah menimpa rumah saya dan tetangga, sepulang dari masjid. Hal pertama yang saya lakukan adalah mengurusi orangtua yang sudah berusia lanjut. Saya lalu selamatkan mereka dari dalam rumah,” jelasnya, Kamis (11/2/2016).
Rohmiati menjelaskan, peristiwa longsor ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Perbukitan Menoreh sejak pukul 12.00. Hujan memang sempat mereda, namun kemudian mengguyur lagi dan mengakibatkan longsor.
Kepala Desa Sidosari M Triyono menjelaskan, sebelum tanah longsor terjadi, terdapat rekahan tanah dengan panjang 10 meter dan lebar 50 sentimeter. Rekahan tanah itu muncul seminggu sebelum peristiwa itu terjadi.
“Hanya saja, setelah hujan deras, rekahan tanah semakin lebar dan menimpa dua rumah warga. Tanah retak ini juga mengancam tiga rumah di bawahnya," paparnya.
Adapun pascaperistiwa tanah longsor, rekahan tanah semakin melebar dan ambles sekitar 3 meter dengan panjang sekitar 30 meter.
Selain menimpa rumah, rekahan tanah ini juga mengakibatkan lantai rumah warga terangkat.
“Bahkan, ada daun pintu rumah yang tidak bisa ditutup karena mengalami pergeseran,” jelasnya.
Dia menambahkan, untuk antisipasi rekahan semakin melebar, warga membuat saluran irigasi di atas tanah retak.
Pascakejadian itu, warga berinisiatif memotong pohon agar beban tidak terlalu berat. Selain itu juga menutup rekahan agar air tidak masuk ke tanah.
Salah satu anggota Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Kiswadi menjelaskan, BPBD dan PMI Kabupaten Magelang telah menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada korban berupa logistik.
“Untuk perbaikan rumah warga yang terkena dampak tanah longsor. TNI, Polri dan relawan bersama warga bahu membahu untuk meringankan beban penderitaan warga yang tertimpa musibah tersebut,” tandasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)