Angka Konsumsi Pertalite Terus Meningkat
"Peningkatannya sekitar 48 persen. Memang sudah seharusnya masyarakat bisa menggunakan bahan bakar yang kualitasnya lebih bagus."
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Angka konsumsi Pertalite di DIY menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan dari waktu ke waktu. Pertamina juga mengaku akan terus memperluas jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) penjaja bahan bakar minyak (BBM) berangka oktan RON90 itu.
Branch Marketing Manager PT Pertamina area DIY-Surakarta, Dody Prasetya, Selasa (9/2/2016) mengatakan, pada Januari 2016, angka konsumsi harian Pertalite di wilayah DIY mencapai 76 Kiloliter (KL).
Jumlah itu meningkat sekian persen dari rata-rata konsumsi harian sepanjang 2015 yang hanya sebesar 51 KL.
"Peningkatannya sekitar 48 persen. Memang sudah seharusnya masyarakat bisa menggunakan bahan bakar yang kualitasnya lebih bagus. Secara oktan lebih baik ketimbang Premium. Sehingga, efek pembuangannya juga lebih ramah lingkungan," kata Dody.
Peningkatan angka konsumsi Pertalite itu menurutnya sejalan dengan semakin banyaknya jumlah SPBU yang melayani penjualan Pertalite. Dari 98 SPBU di Yogyakarta, saat ini sekitar 35-40 persennya sudah melayani penjualan Pertalite.
Pihaknya akan terus mengembangkan penetrasi pasar Pertalite, baik dengan penambahan outlet pelayanan maupun dengan aneka program penjualan.
Pertamina juga akan melakukan identifikasi lagi terkait SPBU yang berpotensi memasarkan Pertalite.
"Outletnya terus berkembang dan akan terus kami perluas lagi. Beberapa program juga kami jalankan untuk mendongkrak penjualannya. Misalnya dengan personal selling ataupun promo tertentu," kata dia.
Adapun beberapa jenis bahan bakar lain yang dijajakan PErtamina juga mengalami tren peningkatan konsumsi harian dalam periode yang sama.
Di antaranya seperti Pertamax yang meningkat dari 168 KL/hari menjadi 175 KL serta Pertamina Dex yang naik menjadi 4 KL dari rata-rata harian tahun sebelumnya hanya 3 KL per hari.
Sementara itu, angka konsumsi Premium justru mengalami penurunan dibanding konsumsi harian pada 2015 yang sebesar 1402 KL menjadi 1366 KL. Demikian juga Solar ritel menurun dari 352 KL menjadi 335 KL. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pertalite_1408_20150814_093939.jpg)